Puisi

  • Mahasempurna

    Kita terlahir jadi rencana-rencana paling indah, mahasempurnadi cawan kenangan atau ruang-ruang mimpinamun hidup penuh lipatan jalan yang tak bisa diperbesar di petadan kisah kita menemukan jalan paling tak biasamungkin serupa tapi tak sama Kita tumbuh dalam rencana-rencana paling indah, mahasempurnamampukah ingatan membedakan mimpi dan kenyataankarena yang nyata tak akan pernah sempurnadan mungkin, kita gagal mengukur…

  • Desir Bayu

    Desir bayu tak pernah jauh dari jari jemari pohon rindang nun menjulang, rumput semak yang bergoyang di padang, mahkota bunga yang memekar liar, riak alir sungai dan percik mata air, lesat gesit binatang dan burung dalam perburuan, dan napas manusia yang menyentuh alam dengan liput rasa kedamaian. Desir bayu menyentuh halus irama nyawa yang tertanam,…

  • Menyambut Kematian

    Bersamamu aku ingin meletakkan mimpiMengalun dalam musim-musimDalam sepi percakapan yang teramat riuhOleh debar hati, detak nadi, rasa semiSeperti bunga gugur ke bumi ketika saatnya mati Dini hari cahaya membungkus petualanganJejak-jejak hati yang mengerak di jalan setapakPernah ada langkah kita di bawah jalur langitMenembus kabut, menembus pekat, menembus hati yang tersekatBerdiri bersisian di atas pegununganKita tahu…

  • Bulan Biru

    Keluarlah selepas senja Menanti kepastian Di persimpangan kalender semesta Purnama ketigabelas nyala

  • Di Kotamu Aku Semrawut

    Di kotamu yang semrawut, menjadi sederhana, adalah hal yang sulit dijalani. Sesuatu yang rumit dilakoni.

  • Pot Seledri

    Kau hadiahkan pot bertunas tanaman seledriKau bilang wanginya sanggup menampung pagiDi kala hari kita sepiTapi hati kita menari Tak perlu lagi alasan, sungguhLupakan saja mall-mall dan kemacetanLupakan berita pagi yang merompak nafsu makanSebentar saja jadilah manusia untuk diri sendiri Atur pot-pot tanaman seledriDi jendela yang menepuk cahaya matahariSiram melingkar percik-percik airBiarkan batang meninggi, daun mekar,wewangi…

  • The Colors Outside My Window

    The colors outside my windowstill undefinablesoft glare within my reachin circular darkness aglow in the ring of my eyesthose colors, false colorshad built an imaginary worldoutside myselfand with a piece of silenceit will always be imaginaryAnd realm is on the brink,is about to collapse;between these linear lightsthat always flashing time after time The colors outside…

  • Tokoh Puisi: Raja Ali Haji

    Pada bulan September 2022, Poetry Prairie menghadiri undangan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang diselenggarakan di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Yayasan Jembia Emas yang diketuai Datok Rida K. Liamsi, seorang sastrawan Riau, menyambut para penyair dari Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam pergelaran festival sastra yang cukup meriah dalam upayanya untuk merawat sastra dan tradisi…

  • Pintu Gunung

    Latar kenangan begitu rapuhDi pintu jantung kita yang berdebar-debarSelalu ada pertempuran, entah dari dunia manaMembawa nama, aroma dan bisik-bisik air mata Riuh jantung membawa darahPada sisi-sisi terjauh, dan kita jatuhPada cahaya silam yang begitu lihai menghimpun rasa Ingatanmu itu ada di dadakuTertabur bagai serpih belingSehalus angin yang bertiup timur ke baratMembelah gugus awan, lahirkan gunung…

  • Wall of Fire

    the wooden roots are crossing in the airuprooted from the ground, dangling lonelydry, die in rainy seasontear down the walls of the house the roots are burned, and the rainis a song of grief that can not toucha vain trustor humiliated love the wall of fire is blazingspreading from the roots, blooming in twigs then…

  • Archaic Dream

    I speak the words to the windcan you not hear my plea?hanging still like an archaic chandelier I speak the words with grim through every seasonthat died inside your eyes failed to recognize my heart our archaic wisdomin our archaic dreamsrun to extinction like a dead landlike a land without colours,without lives our sacred scars…

  • Siapa Yang Akan Kita Percayai Selain Kita Berdua?

    Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, hampir seperti perburuan. Kita berpikir punya cukup bekal di perjalanan, tetapi masih harus mencari air dan memakan apa saja. Esok akan lebih sulit. Akar-akar pohon di jalan setapak menjadi lebih besar. Hutan semakin rimbun, gelap…

  • Precarious Mind

    We will lay our bodies next to the truth we cannot hearOr are we the ones who don’t want to hearThe silence echoes like a whirling bladeCutting our skin so thin, we don’t know how it feelsTo be cut off, inch by an inch by the expert chefOur precarious mind So we have the holy…

  • Ulang Tahun

    Kita semua, kupikir, saling melihat kehidupan untuk saling menyaksikan kematian. Dalam setiap ulang tahun, kematian menyampaikan salam. Tak ada yang bisa mengikat waktu walau ingatan mampu dibekukan di lensa kamera atau kata-kata. Kita: kereta yang terus melaju untuk sampai di stasiun masing-masing. Mungkin bersaling, berbagi pemandangan, kabut, matahari atau hujan yang serupa,tetapi waktu adalah lajur…

  • Azure Ocean

    The moment you touched my handOur lives changed into grey lightsIn the depth of azure oceanA silky line between thick clouds tapestryThey remember the color of our skinBleaching in the brine, as our hearts dismantled beyond the waves Our hearts speak with the language of seaForceful but not to be interpretedTremendous, but shall be secretIn…

  • Moon Phase

    I hide it under my skin, always hide itAnd like a moon phaseThere will be time it came out slowlyThis secret, bursting with a strong glow As the silence feasts the sky My heart is a flare of fireworksSparking painfully and beautifullyI wish to love you in another daylightDismantle a longing engraved in the moon…

  • Antediluvian Hurricane

    Here comes another rainpouring down, on the surfaceof cold tarnished skinwith the ring of prose that rigorously dissheveled the vacillate psyche Old prose that sings a lullabyabout the rain that never stopshow can you feel it within your skindisembarking the same primeval questionbluntly written on the rain The bench is wet outsidewithout the trace of…

  • Scorch

    As soon the sun erodes the moonI begin to recall the memoriesOf your smile, and our smilesOf my tears, and our agonyThrough the road without home The sand and sea waterCover the sunlight in the skyWhere we walk hand in handBut our eyes wander to different directionsOne to the sun, one other to the sea…

  • The Wildflower’s Sorrow

    Among all of the remaining messNothing can beat the sorrow of wildflowerBlooming endlessly by the roadside without designThe beauty they measure is in sizeless seeds Which try to incarnate into a string of light No hand can fix every turmoilOr realize the world is full of thicket’s rootsDoes she think she would become a flower…

  • Forest

    From the forest we hear some noisesThe sound of migrating birds, the rotten leaves, decaying lichens,and all the voices of unbreakable languageFamiliar like rolling stones in the road we took I know the difference between someone who are lostAnd the one who ordained their tragedyto be a compromised lonelinessThough it bears the same foolishnessIt grows…

  • Kota Mata-Mantra

    dua ribu riga ratus dua belas rupa terumbu,dari yang bernama hingga jenis baru,membiakkan jutaan biota yangtak pernah mengufukdi selat matamu. mata tanpa renung,mantra mata yang terkepung. Kode Kening—Hening jangkar besi yang bisu, memberatkan lajuperahu agar tidak bersandar landai keningmu. kening tanpa pesisir,hening kening yang terusir. Kode Diagnosis—Kematian dalam sakitku,kucari-cari namamu mungkin ingatan yang mulai kaburataukah…

  • Romansa dan Realita

    Aku yakin, aku tengah tiba pada sebuah relasi, relasi dengan seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa menjalin impian tidak semudah dan seindah melihat rembulan bak di film-film Korea. Ketika menyaksikannya, mungkin aku akan berkata dengan syahdu nan merdu, “Ah, indahnya. Aku tahu kamu pasti menyaksikan indah yang sama. Bulatnya sempurna.” Klasik. Apa yang sering tak kusadari…

  • Sementara Dermaga Sama Beratnya

    gemuruh menggulung entah sampai kapantak ada yang tahutak sesiapa tak gemetarwabah usai sudah yang menderu kuyup sekujur tubuhtak mengenal lelahtiada terlintas putus asameski sakit dunia sementara dermaga sama beratnyakukuh pilarnya dihempassiang malam gelombang menerjangtetapi perahu tetaplah berlabuh meski dunia sesak suara ombakharapku pandemi tenggelam hanyut. Parepare, 2020 Puisi Pilihan 3 – Puisi Corona Ahmad Kohawan.…

  • Inikah Bumi yang Kaupilih Untuk Singgah

    Maret beringsut tua saat kaki-kaki hujan masih sesekali melangkahpada bentangan bumimu dan bumiku, bumi kita, yang serta-merta senyapAngin semua musim dari segala penjuru datang pergi tak kenal waktupada kelam malam dengan sayapnya yang membentang lebarpada binar siang dengan kelepaknya yang terkembang luaspada gelepar hatiku dengan degupnya yang berdetak keras Tiba-tiba saja semuanya menggigilkan sunyiditingkah detik…

  • Perkara di Tengah Pagebluk

    #1Hampir beberapa pekan kepala berputar sendiri. Menimang kecemasan perihal jalan raya yang mulai sengsara. Disepikan dari perangkat rencana dan tujuan. Lampu merah cuma nyala senapas. Sedikit yang saling berkejaran. Dan kematian tidak panjang dibicarakan. Kembang-kembang mayat cuma bergelantung di pintu rumah sakit. Panggilannya lebih menyayat ketimbang bunyi klakson dari belakang. Takdir dan rencana hadir tanpa…