Puisi

  • Hutan Tak Pernah Tergesa

    Sungai tak pernah berdebat dengan lekuk tepinya Ia berbelok, dan entah bagaimana tetap sampai Pohon yang menjulang tinggi pernah menjadi sebutir benih

  • Padang Aksara

    Di padang aksara yang tak bertepi Kita menanam rima, memetik mimpi Bukan sekadar tinta di kertas tua

  • Ramuan Malam

    Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan

  • Rumah Air

    Dari perut langit, awan hitam pecah membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah. Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,

  • Kemana Sang Penyair

    Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.

  • In Your Arms

    In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable

  • Chant of Blossoms

    Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road

  • Unsent Signal in the Age of Noise

    I composed you not as a letter, but as a frequency no one tunes into anymore

  • Architecture of Estrangement

    My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.

  • I Miss You

    I miss you like the sea misses the sky Rolling waves, keep coming, and going,

  • Setelah Malam Panjang

    Bagaimana cara hidup? Bagaimana cara mencintai tandus?

  • Sayap Icarus

    Bagaimana caranya sebuah perjalanan terlepas dari barisan ingatan? Tak mungkin, dan tak pernah mungkin.

  • Kata-Kata di Mata Anakku

    Ada kata-kata di mata anakku Menganga seluas samudra hitam

  • Setengah Hati

    Ada hal-hal yang terlalu rumit untuk ditumbuhkan dalam tidurmu yang singkat dan kata-kata menjelma mimpi

  • Salad Dandelion

    Pagi terbuka oleh cahaya selembut doa dan ketukan daun di jendela menggugah ingatan bersama tetes embun dingin

  • Racun Musim Semi

    Kebencian memutuskan jari-jemarinya Di tengah-tengah musim semi Ini musim jatuh cinta, bunga berbunga

  • Takdir Rindu Yang Membatu

    Di bibir kota langit telah runtuhSelubung warna kota terkelupas dengan lirihDan kita menggariskan jejak antarbintangDari ingatan yang luruh dan bersemayam di bumiMenjadi kuburan sunyi di antara bumi dan matahari,di antara denyut nadi dan debar hati Kita adalah sepasang luka Bertumbukan di bawah matahariBagai debu, gas waktu, nyalakan nebulaKehancuran dimulai dari keruntuhan gravitasiBukankah bibit bintang selalu…

  • Terkutuklah Engkau Azazil

    Ketika langkah tak pernah tersambutsetidaknya jejak membekas santunberduyun-duyun sembiluantak mengapa Yang takjub gugur lirihnyakamus hibrida malaikat dan setanpenyembah paras, jumawasetiap kebaikan terhimpit dialog nafsusekat-sekat tabu Jalang!petuah kamitua bertanduk itu cukup pantas dipuji“untuk apa makhluk berderajat tinggi tinggal di bumi?”bahaya!“hahaha, kerabatkumari rayakan gerbang jahanam!”. Okki Siolemba. Seorang mahasiswa sekaligus penulis buku puisi “Rahasia Sunyi” (2022) yang…

  • Serunai Langit Surgawi

    Dalam senyapnya malam yang sunyiTerhampar indah di langit malam, biru gelapSerunai bisikan surgawi mengalun merduMengisi jiwa dengan ketenangan yang dalam Dengarkanlah, hati yang terjagaSerunai bisikan surga yang tersembunyiSeperti lagu perlahan merayap dalam dadaMenggetarkan sanubari yang terluka Dalam setiap nadanya terdapat keajaibanPanggilan langit yang merayu keheninganKicauan bintang yang memandu arah hatiMenuju alam yang jauh dari kehidupan…

  • Munajat Ramadan

    Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…

  • Melihat Mawar Mekar

    Aku melihat tanganku memotong rantingtanganmu yang liar, setelah badaimenghancurkan rumah, satu-satunya rumah kita Dari reruntuhan tumbuh benih keputusasaan dan cinta yang binasa dari bibir kita dan kenyataan pahit Mengalir bagai kabut tebal Puing-puing tua memotong kulit kita dan bumi menyesap tetesan darah menumbuhkan padang bunga mawar merah tua Seseorang asing bangkit dari kabut,memetik kuntum-kuntum mawarbelantara…

  • Fragmen Percakapan

    Ada menit-menit yang menumbuhkankesunyian di mataku: Ke mana awan-awan itu bergerak? tanyamu. Langit sore dengan awan rendahredup. Ke rambutmu, aku katakan. Itukah kenapa mataku bisa hujan? Itulah kenapa matamu bisa hujan. Apakah alisku tak cukup tebaluntuk menangkis? kau bertanya sembarimenaikkan alismu. Harusnya tak sampai! Gerimis di luar jendela itu, kau lihat? Kau menempelkan kening pada…

  • Hujan Pagi

    Langitseperti kekasih yang cemas. Mendung mengambang rendahdengan hujan yang pelandan lama—hujan yang tak pernahmenghapus awansepenuhnya. Hujan hanya akan terulurbagai rambutyang tergerailembutdan teruraidi halaman rumahmemanjangsampai halaman buku puisitentang danaudi mana aku tenggelamsebagai ikan yang malasdan terus tenggelamdengan mata terpukau. Setiap kata adalah kilaumatahari yang canggung. Seribu helai hujanmenggoyah permukaanmenggerakkan kata,kata, kata…betapa berkilauan danau inibetapa murungketika aku…

  • Musim Di Balik Jendela

    Mungkin, kau pernah membuka jendeladan menemukan langit berubah warnakarena musim yang berganti telah merambatitanah, rumput dan pepohonan secara halusDan di sana, di tempat yang sama kau melempar pandanganmenanam ingatan yang berbedadan perasaanmu berubah di bawah cahaya Mungkin, aku telah terbiasa membuka jendelamemandang warna langit yang berubah tanpa bisa dicegah seperti daun tua yang berguguran jatuh…

  • Perang Dingin

    kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu ketakutan suku Bushman akan mengendap keluardari bola mata masing-masingmengacungkan tombak, taring beracundan kutukan tak terucap rasa ini mengendap lebih dalam dari lava di kawahdada vulkanis kita pulas terlelap kita tahu, kita selalu tahuhati kita telah…