-
Hutan Tak Pernah Tergesa
Sungai tak pernah berdebat dengan lekuk tepinya Ia berbelok, dan entah bagaimana tetap sampai Pohon yang menjulang tinggi pernah menjadi sebutir benih
-
Padang Aksara
Di padang aksara yang tak bertepi Kita menanam rima, memetik mimpi Bukan sekadar tinta di kertas tua
-
Ramuan Malam
Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan
-
Rumah Air
Dari perut langit, awan hitam pecah membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah. Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,
-
Kemana Sang Penyair
Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.
-
In Your Arms
In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable
-
Chant of Blossoms
Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road
-
Unsent Signal in the Age of Noise
I composed you not as a letter, but as a frequency no one tunes into anymore
-
Architecture of Estrangement
My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.
-
Salad Dandelion
Pagi terbuka oleh cahaya selembut doa dan ketukan daun di jendela menggugah ingatan bersama tetes embun dingin
-
Serunai Langit Surgawi
Dalam senyapnya malam yang sunyiTerhampar indah di langit malam, biru gelapSerunai bisikan surgawi mengalun merduMengisi jiwa dengan ketenangan yang dalam Dengarkanlah, hati yang terjagaSerunai bisikan surga yang tersembunyiSeperti lagu perlahan merayap dalam dadaMenggetarkan sanubari yang terluka Dalam setiap nadanya terdapat keajaibanPanggilan langit yang merayu keheninganKicauan bintang yang memandu arah hatiMenuju alam yang jauh dari kehidupan…
-
Munajat Ramadan
Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…
-
Fragmen Percakapan
Ada menit-menit yang menumbuhkankesunyian di mataku: Ke mana awan-awan itu bergerak? tanyamu. Langit sore dengan awan rendahredup. Ke rambutmu, aku katakan. Itukah kenapa mataku bisa hujan? Itulah kenapa matamu bisa hujan. Apakah alisku tak cukup tebaluntuk menangkis? kau bertanya sembarimenaikkan alismu. Harusnya tak sampai! Gerimis di luar jendela itu, kau lihat? Kau menempelkan kening pada…
-
Musim Di Balik Jendela
Mungkin, kau pernah membuka jendeladan menemukan langit berubah warnakarena musim yang berganti telah merambatitanah, rumput dan pepohonan secara halusDan di sana, di tempat yang sama kau melempar pandanganmenanam ingatan yang berbedadan perasaanmu berubah di bawah cahaya Mungkin, aku telah terbiasa membuka jendelamemandang warna langit yang berubah tanpa bisa dicegah seperti daun tua yang berguguran jatuh…
-
Perang Dingin
kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu ketakutan suku Bushman akan mengendap keluardari bola mata masing-masingmengacungkan tombak, taring beracundan kutukan tak terucap rasa ini mengendap lebih dalam dari lava di kawahdada vulkanis kita pulas terlelap kita tahu, kita selalu tahuhati kita telah…
Puisi