Puisi Kehidupan / Poetry of Life

  • Kemana Sang Penyair

    Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.

  • Chant of Blossoms

    Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road

  • What the Wind Cannot Carry

    Some words refuse to vanishThey stay, not in memory— but in the ache beneath forgettingI buried your shadow in a place without groundEven now, the soil won’t settleWhat is grief, but the persistence of a question no time has ever answered?And in the hush before waking,I still feel it— the shape of your absence curling like smoke inside the ruins of my…

  • Architecture of Estrangement

    My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.

  • Setelah Malam Panjang

    Bagaimana cara hidup? Bagaimana cara mencintai tandus?

  • Sayap Icarus

    Bagaimana caranya sebuah perjalanan terlepas dari barisan ingatan? Tak mungkin, dan tak pernah mungkin.

  • Kata-Kata di Mata Anakku

    Ada kata-kata di mata anakku Menganga seluas samudra hitam

  • Setengah Hati

    Ada hal-hal yang terlalu rumit untuk ditumbuhkan dalam tidurmu yang singkat dan kata-kata menjelma mimpi

  • Terkutuklah Engkau Azazil

    Ketika langkah tak pernah tersambutsetidaknya jejak membekas santunberduyun-duyun sembiluantak mengapa Yang takjub gugur lirihnyakamus hibrida malaikat dan setanpenyembah paras, jumawasetiap kebaikan terhimpit dialog nafsusekat-sekat tabu Jalang!petuah kamitua bertanduk itu cukup pantas dipuji“untuk apa makhluk berderajat tinggi tinggal di bumi?”bahaya!“hahaha, kerabatkumari rayakan gerbang jahanam!”. Okki Siolemba. Seorang mahasiswa sekaligus penulis buku puisi “Rahasia Sunyi” (2022) yang…

  • Munajat Ramadan

    Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…

  • Melihat Mawar Mekar

    Aku melihat tanganku memotong rantingtanganmu yang liar, setelah badaimenghancurkan rumah, satu-satunya rumah kita Dari reruntuhan tumbuh benih keputusasaan dan cinta yang binasa dari bibir kita dan kenyataan pahit Mengalir bagai kabut tebal Puing-puing tua memotong kulit kita dan bumi menyesap tetesan darah menumbuhkan padang bunga mawar merah tua Seseorang asing bangkit dari kabut,memetik kuntum-kuntum mawarbelantara…

  • Mahasempurna

    Kita terlahir jadi rencana-rencana paling indah, mahasempurnadi cawan kenangan atau ruang-ruang mimpinamun hidup penuh lipatan jalan yang tak bisa diperbesar di petadan kisah kita menemukan jalan paling tak biasamungkin serupa tapi tak sama Kita tumbuh dalam rencana-rencana paling indah, mahasempurnamampukah ingatan membedakan mimpi dan kenyataankarena yang nyata tak akan pernah sempurnadan mungkin, kita gagal mengukur…

  • Siapa Yang Akan Kita Percayai Selain Kita Berdua?

    Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, hampir seperti perburuan. Kita berpikir punya cukup bekal di perjalanan, tetapi masih harus mencari air dan memakan apa saja. Esok akan lebih sulit. Akar-akar pohon di jalan setapak menjadi lebih besar. Hutan semakin rimbun, gelap…

  • Precarious Mind

    We will lay our bodies next to the truth we cannot hearOr are we the ones who don’t want to hearThe silence echoes like a whirling bladeCutting our skin so thin, we don’t know how it feelsTo be cut off, inch by an inch by the expert chefOur precarious mind So we have the holy…

  • Forest

    From the forest we hear some noisesThe sound of migrating birds, the rotten leaves, decaying lichens,and all the voices of unbreakable languageFamiliar like rolling stones in the road we took I know the difference between someone who are lostAnd the one who ordained their tragedyto be a compromised lonelinessThough it bears the same foolishnessIt grows…

  • Angin yang Merahimkan Syair

    Aku hafal benar dengan angin, Aromanya, warna dan tabiatnya Bersebab dianya senantiasa ada Walau dalam ketiadaan Kedangkalan pikiran. Rasa Dan pengharapan Di jejaknya lambai jiwaku dan Memancang tanda-tanda Meruap pada dinding dengan lukisan rupa Aku hafal benar riuhnya hentikan geloraku Bersenandung pita suara pecah di ujung malam Aku hafal benar aroma angin menutup pintu yang…

  • Karena Waktu, Aku Bisa Mengingat

    Karena waktu, aku bisa mengingat: Semula hanya ingatan yang sering bermain-main sendiri di kepala. Menanyakan kekasih juga pisau untuk membuat luka. Luka yang diyakini sebagai penghilang kekanak-kanakan. Mengubah tangis jadi suatu kegembiraan yang tanpa dendam. Prasangka seringkali dibenturkan pada bayang-bayang yang pahit. Membentuk penanggalan warna merah di halaman, di jalan, di alun-alun sampai harus membingkai…

  • Corona

    Di masa seperti ini, dalam bayang kegelapan pandemi sekali lagi kita harus mengingat percakapan batin kita dengan dunia karena kita tak akan pernah tahu bagaimana dunia akan berubah di hadapan kematian dan kehidupan baru Obat terlarang dan pembunuhan, bom dan perang kita sangka pembantai paling mengerikan namun semesta memiliki kisah lain untuk diceritakan bumi yang…

  • Pendahuluan

    1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air mengalir keluar dari mata, mengambang dan jatuh Suara yang terdengar bagai kereta cepat Hanya lewat sepintas tanpa disadari Dengan suara lirih selirih hembusan nafas manusia…

  • Hari-Hari Nestapa

    pohon seribu satu malam itu dipeluk cahaya kamar kita kudengar ia merintih dari rimbunan hari-hari lalu kerap ia menatap nun ke langit gulung-bergulung awan-gemawan mengajari ia mendekap rahasia di dalam kamar seorang gadis legam memijaki bayang-bayang wajahnya hening tetapi pikirannya gemuruh angin daunan itu semakin menguning sebentar lagi bakal terpelanting menyusur udara lalu melepas lelah…

Musik Poetry Prairie

Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu

Puisi Lainnya


Poetry Prairie Journal

Temukan puisi-puisi indah lainnya di sini

Kirim Puisi Poetry Prairie

Kirimkan karya puisimu, mari berbagi puisi