-

Perihal Mengakhiri
Kau kembali dilingkap waktu Benang kusut kurus lenganmu pun Gagal melingkari jarum yang patah itu Menjahit, apalagi. Aku ingat pelipismu pernah disapih sepi. Dan kau jadi seumpama kita. Sebentar dulu,…
-
Pesan Ibu
Di atas panggung aku menjadi saksi Ibuku berdiri dan melihat D antara kerumunan orang Tak lelah ia menikmati keletihannya Ribut orang banyak menjelma menjadi senyap Seolah hanyut dan larut dalam…
-

Senja
Aku menjadi saksi Tentang seorang ayah yang pulang ke rumah dengan perasaan bangga membawa sebungkus lauk untuk keluarga tercinta. Tentang sepasang kekasih yang sedang kasmaran menikmati indahnya jingga di cakrawala…
-

Nyanyian Kesedihan
(Peristiwa Tragis) aku membayangkan betapa hari ke hari berikutnya begitu dingin bukan sebab ingin yang melayang-layang di pikiran tetapi, keputusan yang tegas dan pas di bulan Agustus aku nikmati haus…
-

Kembali ke Rumah Cahaya
bukan gadis yang kau kejar apalagi rasa lapar tetapi, kau kembali ke rumah cahaya hingga menyala seluruh tubuh ruh-mu menyala ke lubuk ke lamuk tak ada kata ‘mengamuk’ kembalilah para…
-

//Garis Samar//
I. Garis merah di sudut jari kanan bibirmuBagai senja yang terburu-buru bersoleksebelum hujan turun sore itu. Kau paksakan samudera ke dalam warna sepatumuyang aku dapat bercermin kepadanya—ganjil, aneh, janggal. II.…
-

Menulis Kerinduan
Hujan adalah kutukan, Karena rindu tak pernah terbantahkan… Malam tak pernah bisa diam. Rindu yang tak dipertemukan, dari mimpi yang tak bisa diramalkan. Sisa kepingan malam yang kusimpan di saku…
-

Gadis Kecil Tanpa Nyawa Ayah Bunda
Kau lihat bola bening matanya Mengalir jernih bulir-bulir lara Karena darinya sumber mata air air mata Kau lihat langkahnya Menapak kerikil tajam tanpa alas dari Ayah dari Bunda Hingga tertinggal…
-

Puan
Cahaya melahirkan bayang: origami hitam yang diseret seorang perempuan sepanjang trotoar yang ditumbuhi tiang lampu, deret bangku panjang, dan pohon oak yang memanen senja kelabu suatu petang Sungai melukiskan wajah…
-

Menahkodai Purnama
Aku hanya mengandalkan cahaya temaram senja di tepian pantai untuk menulis sebuah puisi yang terlahir dari kegelapan sebatang bakau dengan abunya yang menyala menjadi penerang setiap kata Tiada gulungan ombak…
-

Only If Your Eyes
Only if your eyes can see You’ll find the beauty of god in all beings Only if your eyes can touch You’ll find smoothness in your life, even for the…
-

Pemasak Batu, Aku dan Tempat Makan
suatu petang menekuri kisah ibu pemasak batu, mencari penghiburan diri dalam malam kian tiris, berharap ringis sang anak tak berubah menjadi tangis yang panjang ia merayu perut kosong menunggu temaram…
-

Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa!
betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi mataram sampai minang betapa jauh jarak rumah gadang sampai ke pendopo joglo*) tetapi betapa dekat dalam kitab…
-

Masem Pedes
ikanikan berenang dengan rela menuju pengilar milik lelaki tua yang baru saja melepas keringat usai mantang di pohonpohon kehidupan ikanikan itu kelak menjadi gempita saat tubuh mereka disiangi tangan renta,…
-

Origami Malam
/1/ Aku menulis fragmenmu: mengultuskan hujan penghabisan. Senja menenun angin di penghabisan musim sunyi: kediamanku yang disesaki selusin senyap manakala malam datang mengiring pemayaan atasmu yang kemudian aku punah olehnya.…
-

Di Bawah Tenda
bukanlah pencinta Bungur bila merebut bunga dari rantingnya menimbulkan suara patah menyerupai kata pamit dari belantara ungu yang kusebut cinta lalu meremah di sela jemari yang tak kunjung menulis puisi…
-

Bulan Nampak Lebih Kecil di Kotaku
Di kotaku pintu-pintu setengah terbuka adat peluh yang berpesta di pelupuk mata belum juga punah di bahu kurus trotoar debu lebih deras dari keringat pejalan kaki hujan terbata-bata puisi-puisi yang…
-

Kaca Kita Berkaca-Kaca
-Sebuah Puisi 5 Bagian- (Mendengarkan album ERA by Mike Dawes, dan mengulang-ulang Zerkalo/The Mirror (1975) by Andrei Tarkovsky) Dedicated for : T. I – DEEP PURPLE Roulette dan Peluru Dingin…


