Koleksi Puisi

  • Reciting A Mantra

    I recite a mantra a psychologist wrote me one day“Aku mengasihi perasaan sendiri secara alami” I wonder how accepting damage caused by othersstill need myself to handle it alone I’m…

  • Chopin

    – Ballade No.1, Op.23 In G Minor Kita berkelana dengan lembutAngin tipis menari-nari, usir saya bising dan raung itu kekasihTuts yang pasi berdenting, udara sekitar mengerutKita berkenalan dengan lembut dan…

  • Kota Mata-Mantra

    dua ribu riga ratus dua belas rupa terumbu,dari yang bernama hingga jenis baru,membiakkan jutaan biota yangtak pernah mengufukdi selat matamu. mata tanpa renung,mantra mata yang terkepung. Kode Kening—Hening jangkar besi…

  • Romansa dan Realita

    Aku yakin, aku tengah tiba pada sebuah relasi, relasi dengan seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa menjalin impian tidak semudah dan seindah melihat rembulan bak di film-film Korea. Ketika menyaksikannya, mungkin…

  • Sementara Dermaga Sama Beratnya

    gemuruh menggulung entah sampai kapantak ada yang tahutak sesiapa tak gemetarwabah usai sudah yang menderu kuyup sekujur tubuhtak mengenal lelahtiada terlintas putus asameski sakit dunia sementara dermaga sama beratnyakukuh pilarnya…

  • Inikah Bumi yang Kaupilih Untuk Singgah

    Maret beringsut tua saat kaki-kaki hujan masih sesekali melangkahpada bentangan bumimu dan bumiku, bumi kita, yang serta-merta senyapAngin semua musim dari segala penjuru datang pergi tak kenal waktupada kelam malam…

  • Perkara di Tengah Pagebluk

    #1Hampir beberapa pekan kepala berputar sendiri. Menimang kecemasan perihal jalan raya yang mulai sengsara. Disepikan dari perangkat rencana dan tujuan. Lampu merah cuma nyala senapas. Sedikit yang saling berkejaran. Dan…

  • Angin yang Merahimkan Syair

    Aku hafal benar dengan angin, Aromanya, warna dan tabiatnya Bersebab dianya senantiasa ada Walau dalam ketiadaan Kedangkalan pikiran. Rasa Dan pengharapan Di jejaknya lambai jiwaku dan Memancang tanda-tanda Meruap pada…

  • Karena Waktu, Aku Bisa Mengingat

    Karena waktu, aku bisa mengingat: Semula hanya ingatan yang sering bermain-main sendiri di kepala. Menanyakan kekasih juga pisau untuk membuat luka. Luka yang diyakini sebagai penghilang kekanak-kanakan. Mengubah tangis jadi…

  • Corona

    Di masa seperti ini, dalam bayang kegelapan pandemi sekali lagi kita harus mengingat percakapan batin kita dengan dunia karena kita tak akan pernah tahu bagaimana dunia akan berubah di hadapan…

  • Jarak Pandang Kita

    Tidak pernah ada kabutSebab udara tak juga mengenal gigilMeski matahari tampak seolah berselimut Aku tak bisa memandangmuwalau kurasa jarakmu hanya secuil.Tidak ada tembok, Jerman telah bersatuTersisa sebuah, tempat orang memanggilTuhan…

  • Rumus Rindu

    sungguh! tiada lebih bising manakala dengung denting kerinduan kian melengking nyaring dalam replika kenangan tentang kita. mungkin benar; merindu bukanlah sandiwara politik. serupa sidang para kabinet wakil kita kian pandai…

  • Pendahuluan

    1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air…

  • Gelora

    Dalam karung itu matahari ia pikul, ada juga jumawa yang sengaja ia jinjing tinggi tinggi. Lalu ketika hujan tumpah, dan menguyubkannya. Ia masih saja berkisah “Matahari ini kan tetap merajai…

  • Kasidah Air Mata

    ;Teruntuk Neng Ozara Selamat malam luka, selamat hijrah ke hatiku Apalagi yang semestinya hendak kututupi berkali-kali pada sepi Bilamana sekuntum mawar di tubuhku, perlahan gugur Mengering dedaunannya, sebab penindasan kemarau…

  • Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku

    Nona, mengawali segelintir cemas ranggas paling ganas di dadaku Aku ingin titip perihal pada nyala api yang menari di matamu Bahwa tragedi paling kukuh: Adalah tunggalnya kesaksian rindu. Apalagi yang…

  • Hari-Hari Nestapa

    pohon seribu satu malam itu dipeluk cahaya kamar kita kudengar ia merintih dari rimbunan hari-hari lalu kerap ia menatap nun ke langit gulung-bergulung awan-gemawan mengajari ia mendekap rahasia di dalam…

  • Senandung Daun

    seperti kupu-kupu lain kau senang terbang ke tempat yang kau ingin membiarkan hijau tubuhmu disaksikan dahan-dahan yang merindukan sentuhan sementara beberapa ilalang kerap membayangkan suatu saat tubuhnya senantiasa kekar lalu…

  • Ibu

    seorang ibu adalah cahaya, cahaya dan cahaya sebab, ia yang merangkul hati para pecinta. Purwokerto, Juni 2018 Penulis: Yanwi Mudrikah

  • Emmakku yang Cantik

    emmakku yang cantik sering kali mengajakku ke ladang melewati kebun nyiur melintasi rumah burung-burung dipanggulnya resahku beriring gemunung rumput yang mengembun ke matanya lalu aku jauh ia tersimpuh di kejauhan…