Menuju Taman Maharanum


    Tuhan! Engkau Penyantun
Aku ini memang fakir. Nyaris terempas ke tubir kafir
Bila kuterbiar sesat pikir. Tentu dari kasih-Mu aku tersingkir
Tuhan, santuni aku agar bisa menjalani hidup dalam koridor syukur!

    Tuhan! Engkau Pengampun
Karat dosaku tak berkadar. Kilau jiwa pun terus memudar
Bila kemungkaran terus tergelar. Ke dalam azab pedih-Mu aku terlempar
Tuhan, ampuni dosaku sebelum raga ini terasing di kesunyian liang kubur!

    Tuhan! Engkau Penuntun
Telah lama diri ini tercemar. Seluruh jiwa-raga serasa memar
Bila dosa-dosa terus mencecar. Sungguh aku tergolong orang yang kesasar
Tuhan, tuntun aku agar di jalan lempang-Mu langkahku tak pernah keluar jalur!

    Tuhan! Engkau Mahaanggun
Bukan surga yang kudambakan
Bukan pula neraka yang kutakutkan
Surga dan neraka semata pilihan hunian
Sedangkan muara utama arung tujuan
Memetik maharanum senyum keabadian
Yang Tuhan siapkan di taman keridaan
Tuhan, limburkan cinta-Mu di cawan kerinduan
Agar bersama kasih-Mu selamanya aku berkelindan!

Jember, 2017
Penulis: Sami’an Adib
Poetry Prairie Literature Journal #6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s