Puisi

  • Segelas Cahaya Sang Pengampun

    jemari senja akan merengkuh berapapun luka agar Sang Penjual Harapan merangkumku dalam celupannya seluas gemerlap gelap yang pasti datang akan kuikat dengan seutas sunyi, menghamba jendela ruang kesadaran biarlah terbentang biarlah tercekik dingin pengharapan sayuku albatros-albatros melayangi imajinasi begitulah mataku menatap syahdu taman-taman berbunga duri aku akan menyiangi setiap inchinya tanpa ampun! tanpa ampun! atas…

  • Bentang Maaf

    Bersimpuh ia dalam lagu-lagu sendu Mungkin amarahku sudah terlalu begitu Ah, biar saja nanti juga ia terhibur waktu Kukatakan saja tak ada maaf bagimu Kemudian ia berlari Melepas gumpalan sesal dalam dadanya Menghembuskan rasa bersalahnya Lalu dibentangkan berkilo-kilo meter jauhnya Bersimpuh ia di ujung jalan yang terbentang itu Kau boleh membuat jalan itu, sungguh Tapi…

  • Bangunlah

    Atas nama pemilik kematian dan kehidupan sekaligus Untuk Matahari, yang terus terjaga Yang tak lelah merawat langit dan tanah Yang tak kalah walau harus mengarahkan malam Yang tak ingkar sebab menahkodai siang Bangunlah, dan temui keberadaan dalam keadaan tiada Sebelum pemilik ada memberimu warisan Jangan beranjak dari pencarian, dari pengampunan Penulis: Ahmad K Poetry Prairie…

  • Setetes Cinta Untukku

    Benci menodai hati, sehingga lautan api membara seluas hutan Masih memerlukan bukti, bahwa aturan menjadi fondasi dari jembatan Aku memejamkan mata, dan membutakan diri dari kebenaran yang ada Mengabaikan kata-kata, sehingga tidak mampu mendengarkan alunan nada Berlari menuju alam, dalam kegelapan aku bermimpi buruk yang kelam Seperti kapal tenggelam, aku terhanyut dalam penderitaan yang terdalam…

  • Mencoba Mengerti Sebuah Titik

    Hitungan kian menguatkan dahaga Gonggongan di telinga mengigit nyawa Ukiran khayalan tidak akan istirahat dikala Sisi putih tercurahkan Cahaya suci selalu menemani Memastikan tubuh tetap bercanda Sosialisasi kehidupan terhalang kuatnya pikiran burung memudar Tidak mampu terbang apalagi mengepakkan khayalan Imajinasi spontanitas redup, karena sumber harapan terbendung nada minor Relakan saja jika terbagi menjadi butiran cinta…

  • Sisa-Sisa

    Ke mana perginya ingatan? Jika kautanya begitu, aku pun tidak tahu. Yang aku tahu, ia pernah merumah di dasar palung yang gagal menenggelamkanmu. Seperti sisa-sisa bercak waktu yang menempel pada karang-karang: begitu mesranya mereka bergumul, sementara kerang-kerang tergamit oleh lengan yang biasa memainkan fonem kehidupan. Sampan-sampan telah karam dan mereka masih berkecupan! Apa kau tahu…

  • Eloknya Mustika Laut

    Desir pasir berderai lembut Diterjang ombak pecah berderai Daun kelapa mendayu-dayu merdu Melambai-lambaikan kepada sang pencipta Alunan-alunan indah dasar laut Terdengar mesra bercampur dengan gejolak ombak yang menggebu-gebu Batu-batu karang yang murni dan utuh Menambah keelokan tempat yang menawan Indahnya batu karang Ikan-ikan dan mutiara cahaya Memancarkan betapa hebatnya sang pencipta Dalam menciptakan alam bawah…

  • Menuju Taman Maharanum

        Tuhan! Engkau Penyantun Aku ini memang fakir. Nyaris terempas ke tubir kafir Bila kuterbiar sesat pikir. Tentu dari kasih-Mu aku tersingkir Tuhan, santuni aku agar bisa menjalani hidup dalam koridor syukur!     Tuhan! Engkau Pengampun Karat dosaku tak berkadar. Kilau jiwa pun terus memudar Bila kemungkaran terus tergelar. Ke dalam azab pedih-Mu aku terlempar…

  • Unnamed Hollows

    (puisi dua bagian, dedicated for my beloved Mother) ~ I ~ Dahulu … Kita selalu mendamba nampan perak, Gelas anggur, bunga di dalam vas pualam Di atas meja marmer dan lantai putih Dan telah kita dapati hari-hari itu : Dengan melodi yang berayun-ayun Dari lagu di antara cahaya lampu keemasan Di dalam ruang luas dimana…

  • Malam Pengampunan

    di kaki maghrib sepakat kita terbangkan yasin tiga kali kepakan sebelum memanah hidung purnama dengan tiga semburat doa pertama kita ingin diulur-ulur garis umur di mana dapat kita warnai sepanjang bentang garis itu melalui tinta ketakwaan selalu ingat bahwa menyia-nyiakan hakikat sehat-sempat adalah kerugian yang mengabadi selalu ingat bahwa sakit tak ubahnya kefakiran paling terjal…

  • Buih-Buih Cinta

    Karena buih yang berkumandang Renyah dalam diam hangatnya nafas yang sudah jadi prasasti ribuan tahun lamanya Jauh bahkan ketika aku belum ada Bebas, lepas Riak ombak yang gemuruh janjikan damai yang tak kunjung datang Ketika ia tiba dan kau tiada Sungguh, elokkah para ikan yang menari? terumbu yang tumbuh seteru Hingga karang menyatu dalam anganmu…

  • Arus Senantiasa Setia

    Arus senantiasa setia Tak pernah berbalik arah melakoni takdirnya Arus senantiasa setia Mengalir dari hulu Hingga ke hilir Membawa bongkahan doa-doa Menuju laut yang merindu Arus senantiasa setia Menyapa nelayan dan ikan Di bibir pantai Engkau menepi Arus senantiasa setia Kepada aroma air pasang Yang diusung rasa senang orang-orang Arus senantiasa setia Berdzikir kepada langit…

  • Membaca Laut

    Telah kuselami lautan dari kedua bola matamu,bersama perahu doaku yang berlayar menghantarsegala, bersama tenangmu yang menyimpan ribuankenangan, bersama ikan-ikan, menyapa sukma dalambahasa rindu ; Rahim keabadian Lautanku adalah buih-buih masa lalu, yangmenampung rahasia doa bebatuan. Agar sampankuberlayar dengan lancar di tengah kelucak gelisahsampai lunas menyisir kehidupan pada riak ombak,hingga mencium bibir pantai Dirimu yang selalu…

  • Air atau Udara

    “Daratan terlalu kejam!”, dia berkata “Udara terlalu menyesakkan!”, dia mengaku Maka berpelukanlah pada kami, yang menyampaikan salam dari deburan ombak selatan Membawa pergi kapalmu tiap malam dan mengembalikannya di petang Kami adalah yang teramah, ketika daratan memukulmu dengan tangannya yang kasar Kami hanya terlalu diam dan tenang, serta biru Ya biru! Riak kami menyanyikan lagu…

  • Semesta Sunyi

    Tak cukup tangis iba tuk tutup nganga luka Tak butuh cecar kata tuk ungkap duka lara Karena perpisahan selalu tinggalkan cenderamata Kesunyian yang meluapluap Senjamu tlah hadir di tengah derasnya hujan Lalu kau pergi sisakan bayangan punggung yang kian pudar Cukup sampai di sini Aku kan mendiam Dan memeluk sunyi Bukanlah apa dirimu yang bergiat…

  • Laguna Barat

    Aku tetapkan tasbihku di laguna barat berhadapan bias cakrawala Puisi yang kulukis makin terasa sepi, digulung harapan yang tak puas diharap Perjalanan hidup yang melaksa jiwa tak pernah usai bahkan lebih menjadi-jadi Hingga terngiang, terkapar rautku menatap tubuh yang kian asing disentuh Tubuh yang dulu menemani berjalan hingga ujung lembah lain tertuntaskan Tubuh yang terbalut…

  • Labirin Sukma

    Nyanyian langit menderu Bersama derai air mata rindu Perlahan menapaki padang nan gersang Berjalan mengitari ladang nan usang Sungai pun mengalir Bersama semilir nafas berdesir Jamuan hilir menyambut tetes-tetes suci Seiring malam panjang mencari pusara Ilahi Air luapkan sejuta emosi Menyulut ombak kian menari-nari Aku, menghempas segala Doa antara pekatnya temaram Memaksa Sang Maha panahkan…

  • Melankolia Sunyi

    I malam meranumkan bintang; mengutus pijar cahaya menjelma kabut — mendekapku: sebagai aura rindu yang gigil Banjarmasin, 1 Oktober 2015 II selalu, menunggu waktu mendermagakan tubuhmu di perempatan ini aku gariskan resah di atas trotoar beku sementara portal jalan masih tertutup dan jumper yang kini kukenakan serupa dingin malam; malam yang menghembuskan sunyi rembulan pada…

  • Dalam Asing Perjalanan

    malam penaka jaring laba-laba yang dirajut angin gerimis begitu pekat memeram pengap lentera-lentera telah padam kini hanya liku-liku jalan tanpa tanda langkahku kian patah dililit belukar dan ular belum kudengar jua mazmur pantingmu* yang padanya tersirat petuah arah serupa sabda cahaya yang melesat dari doa ibu sedang di ruas rimba malam kian gelita penaka jaring…

  • Zikir Kesunyian

    aku bersembunyi di balik kabut baris-baris puisi zikirku seribu sunyi mengejarmu dalam gelap ruang semadi di antara erangan dan jeritanku yang terpendam aku hanya ingin memahami isyarat kegelapan yang telah mengiringi langkahku namun mataku selalu perih setiap melafazkan namamu adakah yang salah dari penglihatanku yang nanar dan tumbuh menjadi nyanyian kelakar musim panas membakar kata-kataku…

  • Pinta Untuk Sebuah Akhir

    Dekatkan kubur itu Dekatkan ke rahim ibu Agar aku anakmu Bisa merasakan Sakit lahir dan sakit mati Aku yang terjerembab Mengukir luka Mengkhayal senyum Hanya mengusap daun kenistaan Sementara bual kemunafikan Terpatri abadi di jiwa Oleh jemari lembut sang peri kecil Dekatkan kubur itu Dekatkan pada rahim ibu Agar aku putramu Selamanya tahu Kasih orang…

  • Kwatrin Tentang Laut

    Di laut segalanya tersimpan Ikan dan terumbu karang arus dan gelombang Perahu-perahu berlayar mengibarkan bendera hijau Menyeka nagin mengharap hujan Di laut segalanya tersimpan Gerak dan bahasa diam cinta dan kerinduan Sejak semula ia senantiasa menyimpan rahasia Sifatnya adalah bungkam dan bergelora Untuk menggoda cahaya Ia tampakkan pasirnya yang beraneka warna Ia pakai lipstik birunya…

  • Ikan

    1. Aku tidak ingin mengawang, tapi biarlah larut tenggelam agar tahu segala muasal tempat aku pulang atau tinggal. Semakin tinggi, semakin tak tampak di pandang. Aku ingin menjadi sesuatu paling rahasia paling dasar layaknya ikan-ikan. Mereka lebih mengerti makna kesunyian 2. Dari jauh, sekedar yang aku tahu bahwa laut berwarna biru tapi rahasia matamu, tidak…

  • Atas Nama Sunyi

    Atas nama sunyi Berendam dalam kesendirian Kehilangan kian terasa Memeluk bayangan silam Hanya kosong tak tersentuh Raga itu terpisah jarak Bersandar di pelukan lain Atas nama sunyi Berapa lama seperti ini Memandang setiap kenangan Berpencar senyuman di kepala Mata lahir seolah melihatnya Menyebar di segala sudut Lalu hilang ditelan kesadaran Atas nama sunyi Puisi menjadi…

  • Palung Mariana

    Engkau ciptakan warna-warni bak pelangi menghias sunyi Dari monster berangas yang menguasai lambung laut Mutiara menjadi panorama indah mulia Bahkan kerling ubur-ubur dengan cahaya berpendar, kabur Ribuan keunikan penguasa laut yang menjelma Serupa jiwa-jiwa cerdik menghardik lentik Di sini kita berjuang; di palung paling dalam Yang tak ‘kan pernah mati oleh penjara dunia Dengan penjagaan…