Ramuan Malam


                                      ~Untuk putri kecilku~


Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan :

– Ribuan biji bintang
– Sepotong bulan
– Jutaan nyanyian jengkerik
– Selembar benih malam
– Setangkup rasa kantuk
– Seikat ketenangan
– Sekantong angin sejuk

Masak satu gantang cahaya hingga mendidih. Sisihkan buih senja yang berwarna kemerahan. Masukkan selembar benih malam. Tambahkan seikat ketenangan dan sedikit angin sejuk. Aduk sampai rata. Tunggu sampai berwarna hitam legam. Lanjutkan dengan setangkup rasa kantuk serta jutaan nyanyian jengkerik. Angkat dan masukkan dalam cetakan setengah bulat sempurna. Setelah terbentuk, taburkan biji bintang secara merata dan berikan irisan bulan sebagai pemanis. Sajikan dingin-dingin. Boleh ditambahkan embun manis secukupnya.

Dan setiap hari ada Tangan yang meramu malam. Tanpa henti tanpa mengeluh. Letakkan dan sematkan buah gelisah dan batu khawatirmu pada bintang bintang. Sebab ramuan malam ini akan basi besok pagi dan dibuang ke dalam pelimbahan.


Jakarta, 22 April 2005, 01.16


NIGHT ELIXIR
             ~for my little daughter~


What is the elixir called night made of?
Would it be enough to add into the mixture:

– Thousands of star seeds
– A slice of the moon
– Millions of cricket songs
– A sheet of night’s seed
– A cradle of drowsiness
– A bundle of calmness
– A sack of cool breeze

Boil one bushel of light until it bubbles. Set aside the reddish foam of dusk. Add one sheet of night’s seed. Stir in a bundle of calmness and a touch of cool breeze. Mix until evenly blended. Wait until it turns pitch black. Followed with a cradle of drowsiness
and millions of cricket songs. Lift and pour into a perfectly half-round mold. Once it sets, scatter star seeds evenly and garnish with slices of moon for sweetness. Serve chilled. Sweet dew may be added to taste.

And every day there is a Hand
that brews the night. Endlessly, without complaint. Put and set aside your fruits of unease and stones of worry upon the stars. For this night elixir will turn stale by morning
and be discarded into the waste.


Jakarta, April 22, 2005, 01:16


Fredy Purnomo, aktif menulis sejak 1990. Sempat aktif di galeri puisi online di forum kafegaul dan webgaul. Berdomisili di Tangerang.
Email: fpurnomo@gmail.com

Translation: Poetry Prairie ©2026


Catatan Poetry Prairie: Ramuan Malam menempatkan puisi sebagai ruang kerja yang sunyi tempat kasih diracik perlahan, diulang setiap hari, dan dibiarkan usai tanpa klaim. Ia mengingatkan bahwa ketenangan bukanlah anugerah yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari tangan-tangan yang setia meramu, meski tahu hasilnya tak pernah abadi. Dalam puisi ini, malam menjadi bahasa pengasuhan: lembut, sementara, dan penuh kesadaran bahwa esok segalanya harus dimulai kembali. Di situlah keindahannya, pada cinta yang memilih hadir, meski harus selalu diramu ulang.

Leave a comment