Balada Hati

Manusia itu gila kalau percaya pada hatinya
Cobalah bertanya,
“Hati, apakah kau suka dia?”
Dijawab iya
Lama-lama hati bertingkah
Buta arah entah gerah
Lalu hati meninggalkan dia tanpa menoleh kembali
(Read More)

Bentang Kota Mimpi

Pada sudut terbulat, mata terlena
Pada jarak terjauh kisah yang punah
Mata terbuka, bulan diatas genting
Namun di bulan itu tak terlihat matamu

Langit malam singgah di tengah perjalanan
Inikah rasanya menjejak kota yang sekali waktu menjadi mimpi
Di titik-titik perjalanan
Berdetak-detak di dada

Pernah kulihat bukit bintang
Di tengah bumi yang menghitam
Merasakan dingin di balik pelukan
Bintang-bintang jatuh ke bumi
Kota cahaya itu bukan milik kita

Pernah kutelusuri Braga
Saat jalanan mendekap kelam
Di sudut-sudut yang ramai bernyanyi
Di sudut-sudut yang terengkuh sunyi
Tak ada genggam tanganmu

Pernah kutertawa di Paris Van Java
Menghirup frappe yang menggigit tajam
Bersama kawan, bersama dentum nada
Namun belum kudengar irama musikmu,
yang bernyanyi di foto-fotomu

Aku telah sampai disini
Namun kota ini tetaplah mimpi
Sekali waktu terucap di percakapan tengah malam
Saat waktu terentang
Saat jarak terbentang
Lalu hilang

Novia, 2013