Senandung Daun

seperti kupu-kupu lain
kau senang terbang ke tempat yang kau ingin
membiarkan hijau tubuhmu disaksikan
dahan-dahan yang merindukan sentuhan
sementara beberapa ilalang kerap membayangkan
suatu saat tubuhnya senantiasa kekar
lalu merayumu tuk singgah sebentar

alkisah, semasa menjadi ulat
kau sering mencumbu tubuhku hingga sekarat
bahkan, telah kuberikan seluruhnya padamu
walau tak pernah kutahu
seperti apa kelak warna sayapmu

maka, sebagai makhluk yang membantumu terbang
menunggumu seperti akar pepohonan yang lapar
manakala yang kau tinggalkan hanya serupa cangkang
yang kuanggap sebagai kenangan

esok, lusa dan seterusnya
adalah ketabahanku pada reranting
belajar sabar bila sudah menguning

bahwa, hari-hariku membesarkanmu
hanya untuk melenyapkanku

membesarkanmu
melenyapkanku.

Annuqayah, 9 Juli 2019 M

Penulis: M. Syamilul Hikam

Advertisements

Batas Tiga Dunia

Langit jingga temaram bertemu lautan
Bumi kelabu mempersembahkan lautan pasir
Membentang di batas tiga dunia
Bertemu kembali setelah ribuan kisah

Di batas langit, bumi dan lautan
Hamparan pasir melabur kesunyian
Laut mengirim aliran biru beledu
Mega merekah dengan kuasa langit tak terhingga

Di balik cahaya, kumang melesat malu-malu
Diantara pecahan karang yang tak pernah kering
Kristal garam berkilau setengah membeku
Terselaput lumut bersemu hijau abu-abu
Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya

Tanpa kata, momen megah tercipta mempesona
Terkadang tak perlu saksi mata untuk mengakui keajaiban
Hanya sehelai daun kering terdampar yang tahu
Keajaiban tercipta, kisah demi kisah, tanpa suara

Inspired by Ade Rinaldi’s photograph – Leaf (www.10Nature.com)

Novia, 2012