-

Segelas Cahaya Sang Pengampun
jemari senja akan merengkuh berapapun luka agar Sang Penjual Harapan merangkumku dalam celupannya seluas gemerlap gelap yang pasti datang akan kuikat dengan seutas sunyi, menghamba jendela ruang kesadaran biarlah terbentang…
-

Bentang Maaf
Bersimpuh ia dalam lagu-lagu sendu Mungkin amarahku sudah terlalu begitu Ah, biar saja nanti juga ia terhibur waktu Kukatakan saja tak ada maaf bagimu Kemudian ia berlari Melepas gumpalan sesal…
-

Bangunlah
Atas nama pemilik kematian dan kehidupan sekaligus Untuk Matahari, yang terus terjaga Yang tak lelah merawat langit dan tanah Yang tak kalah walau harus mengarahkan malam Yang tak ingkar sebab…
-

Setetes Cinta Untukku
Benci menodai hati, sehingga lautan api membara seluas hutan Masih memerlukan bukti, bahwa aturan menjadi fondasi dari jembatan Aku memejamkan mata, dan membutakan diri dari kebenaran yang ada Mengabaikan kata-kata,…
-

Mencoba Mengerti Sebuah Titik
Hitungan kian menguatkan dahaga Gonggongan di telinga mengigit nyawa Ukiran khayalan tidak akan istirahat dikala Sisi putih tercurahkan Cahaya suci selalu menemani Memastikan tubuh tetap bercanda Sosialisasi kehidupan terhalang kuatnya…
-

Sisa-Sisa
Ke mana perginya ingatan? Jika kautanya begitu, aku pun tidak tahu. Yang aku tahu, ia pernah merumah di dasar palung yang gagal menenggelamkanmu. Seperti sisa-sisa bercak waktu yang menempel pada…
-

Eloknya Mustika Laut
Desir pasir berderai lembut Diterjang ombak pecah berderai Daun kelapa mendayu-dayu merdu Melambai-lambaikan kepada sang pencipta Alunan-alunan indah dasar laut Terdengar mesra bercampur dengan gejolak ombak yang menggebu-gebu Batu-batu karang…
-

Menuju Taman Maharanum
Tuhan! Engkau Penyantun Aku ini memang fakir. Nyaris terempas ke tubir kafir Bila kuterbiar sesat pikir. Tentu dari kasih-Mu aku tersingkir Tuhan, santuni aku agar bisa menjalani hidup dalam…
-

Unnamed Hollows
(puisi dua bagian, dedicated for my beloved Mother) ~ I ~ Dahulu … Kita selalu mendamba nampan perak, Gelas anggur, bunga di dalam vas pualam Di atas meja marmer dan…
-

Malam Pengampunan
di kaki maghrib sepakat kita terbangkan yasin tiga kali kepakan sebelum memanah hidung purnama dengan tiga semburat doa pertama kita ingin diulur-ulur garis umur di mana dapat kita warnai sepanjang…
-

Perempuan Panaongan Pesisir Pasongsongan
aku masih perempuan penyabar yang membuktikan cinta lewat kepul tungku. suamiku adalah lelaki kekar yang berharap mengabarkan bahwa ikan-ikan telah terjaring. anakku lahir sebagai anak nelayan yang malu dibilang bodoh…
-

Buih-Buih Cinta
Karena buih yang berkumandang Renyah dalam diam hangatnya nafas yang sudah jadi prasasti ribuan tahun lamanya Jauh bahkan ketika aku belum ada Bebas, lepas Riak ombak yang gemuruh janjikan damai…
-

Arus Senantiasa Setia
Arus senantiasa setia Tak pernah berbalik arah melakoni takdirnya Arus senantiasa setia Mengalir dari hulu Hingga ke hilir Membawa bongkahan doa-doa Menuju laut yang merindu Arus senantiasa setia Menyapa nelayan…
-

Membaca Laut
Telah kuselami lautan dari kedua bola matamu,bersama perahu doaku yang berlayar menghantarsegala, bersama tenangmu yang menyimpan ribuankenangan, bersama ikan-ikan, menyapa sukma dalambahasa rindu ; Rahim keabadian Lautanku adalah buih-buih masa…
-

Demersal – Pelagis
Panjang sekali jalan yang kulalui Aku berbekal letih, dan aku tahu benar akan berakhir pedih Kering tak berdaya di meja makan orang kota Membantu jaring nelayan yang terhimpit kaum elit.…





