Demersal – Pelagis


Panjang sekali jalan yang kulalui
Aku berbekal letih, dan aku tahu benar akan berakhir pedih
Kering tak berdaya di meja makan orang kota
Membantu jaring nelayan yang terhimpit kaum elit.

Demersal hingga pelagis,
Bukan!
Bahkan pesisir hingga daerah kering berpasir
Menjadi saksi dari cerita ikan yang terbuang,
Seperti akresi dari buah cinta sang ombak pasang.

Duniaku gelap dan terang dengan batas pasti di antara kedua sisi
Duniamu terang tapi hampa tanpa esensi
Kami tak pernah berebut tahta
Neptun memberi kami bahagia
Kami tak pernah melakukan propaganda
Neptun menjamin kami tetap bahagia
Dan engkau?
Jaring kecilmu bukan karena kail besarnya,
Jala lebarmu selalu menghimpit laju nelayan kecil itu,
dan seterusnya.

Engkau akan mati tanpa rasa bangga,
Tapi kami akan terus bernyanyi di antara demersal dan pelagis.

Bukan apa-apa, kami hanya punya satu Neptun,
Entah denganmu wahai nelayan pelamun.


Penulis: Wahyu Fathur Rozaq

Poetry Prairie Literature Journal #4 “Dunia Bawah Laut”


Discover more from Poetry Prairie

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a comment