Kategori Puisi
- Puisi Alam & Lanskap
- Puisi Kehidupan
- Puisi Cinta & Rindu
- Puisi Perpisahan & Kesedihan
- Puisi Manusia & Dunia
- Puisi Perjalanan
- Puisi Harapan
- Puisi Waktu & Kenangan
-

Ketika Bumi Menghitung Napasnya
Alam tak lagi marahIa hanya sedang diam Laut menyimpan asin air matanyadi balik senyum wisata Langit menurunkan panas sebagai tanda tanganyang tak pernah kita baca Sawah menguning sebelum waktunyaseperti tubuh…
-

Hutan Tak Pernah Tergesa
Sungai tak pernah berdebat dengan lekuk tepinya Ia berbelok, dan entah bagaimana tetap sampai
-

Padang Aksara
Di padang aksara yang tak bertepi Kita menanam rima, memetik mimpi Bukan sekadar tinta di kertas tua
-

Ramuan Malam
Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan
-

Rumah Air
Dari hujan yang mula-mula lembut hingga air yang membawa kehilangan, Rumah Air adalah puisi tentang banjir, rumah, kemanusiaan, dan harapan untuk kembali pulang.
-

Kemana Sang Penyair
Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.
-

In Your Arms
In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable
-

Chant of Blossoms
Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road
-

What the Wind Cannot Carry
Some words refuse to vanishThey stay, not in memory— but in the ache beneath forgettingI buried your shadow in a place without groundEven now, the soil won’t settleWhat is grief, but the persistence…
-

Unsent Signal in the Age of Noise
I composed you not as a letter, but as a frequency no one tunes into anymore
-

Architecture of Estrangement
My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.
-

Salad Dandelion
Pagi terbuka oleh cahaya selembut doa dan ketukan daun di jendela menggugah ingatan bersama tetes embun dingin








