Anak Jiwaku

Anak jiwaku mengapa durjana
bercumbulah dalam kesesakan
laiknya air dijamahi ekor ikan
seperti embun bercinta tunas cemara
laiknya purnama direnda iringan malam
seperti air bergelut relung awan legam
laiknya siulan pipit pada putra cakrawala
asa terbumbung, terikat jiwa dalam doa
tersimpul roh dalam puja, asa terulur menuju sosok-Nya

Continue reading Anak Jiwaku

Mekarnya Hidup Wakilkan Dengan Doa

Betapa purna laku mesti disemai
Dalam perahu kayuh hayat
Agar tak surut melayari samudera
Tak tenggelam melintas jarak dalam depa tak terukur

Adalah harapan!
Umpama napas yang pecah menyebari paru-paru
Melapangkan rongga-rongga jantung
Ke mana arah haluan disandarlabuhkan

Adalah semangat!
Aroma udara selalu mendenyar nadi
Titah perigi tampungkan kecamuk
ombang-ambing kalut
Di pusaran onak hanyutkan sumringah pencapaian

Bagaimana mungkin aku tak menyerah
Jika badai tak henti membujuk
laruh dalam amuknya
Membenci alunan laut yang mengalun sepoi

Continue reading Mekarnya Hidup Wakilkan Dengan Doa

Autobiografi Tanah Merah

setelah hari keenam; Ahmad Nurullah

akulah pekarangan semesta
cikal bakal peradaban umat manusia
muasal sesal gairah paling purna
lalu cinta, birahi, dan ambisi
tumbuh subur bersama margasatwa
yang dilindungi firman-firman Tuhan
lalu segala materi yang melekat padaku
merekah-rekah di udara
menjadi cermin bagi samudera
bukit-bukit dan gunung merapi
di negeri-negeri jauh tak bernama
maka di telapak tanganku
Adam dan Hawa merayakan pertemuan
memasak kehidupan dengan sisa ingatan
tentang taman surga dan rayuan syetan

akupun tumbuh oleh ciuman terpanas
di bawah matahari yang masih belia
dimana bulan dan bintang-bintang tertidur pulas
waktupun berhitung tanpa angka-angka
setelah jarak menemukan maknanya
dalam pelukan terpanjang di malam ketujuh

demi pelukan Adam dan Hawa di pelaminan Tuhan
kulahirkan buah-buahan, sayur-sayuran dan air
dan angin liar dari segala penjuru
kukultuskan sebagai penanda musim
isyarat permulaan kehidupan di dunia

ketahuilah, pada mulanya di pekarangan semesta
tiada janji buta dan keangkuhan keparat
wajah alam penuh senyum dan ketentraman
sebab arwah-arwah kegelapan belum buas
dan tak pernah memilih takdir hidup gentayangan

Continue reading Autobiografi Tanah Merah

Pandangan Mata

Pandangan matamu membuatku jatuh pada setitik gelombang
Sewarna angin di batas kehidupan
Meneteskan prisma embun di sudut mata
Itu adalah kesunyian paling dalam
Arus bawah di dalam gelombang
Bunyi laut di dalam kerang

Pandangan matamu membuatku tak kembali pulang
Remang selimut hati yang mengendap
Memisahkan nama dan jiwa di dada
Apa ada cara untuk membakar mimpi?
Yang tersembunyi di balik matamu
Karena kamu tak mungkin lagi
Bersembunyi dalam hatiku

2015

Anggrek Jelita

Aku pulang mengemas anggrek dalam kresek
Bekas pajangan kantor yang dilukir
Kubawa naik ojek menembus kepadatan Jumat
Udara berat tercelup merayapi rambut
Muntah asap pengap lampu hingar klakson,
racun yang meluap
Anggrek berayun, mengepak bagai kupu-kupu siap terbang
Terprovokasi hasut angin

Continue reading Anggrek Jelita

Balada Hati

Manusia itu gila kalau percaya pada hatinya
Cobalah bertanya,
“Hati, apakah kau suka dia?”
Dijawab iya
Lama-lama hati bertingkah
Buta arah entah gerah
Lalu hati meninggalkan dia tanpa menoleh kembali
(Read More)

Huruf-Huruf Kecil Menari

Sekumpulan huruf-huruf beradu dalam seru yang tak menyatu
Terlalu lama bersanding tanpa suara, hingga benci satu sama lain
Huruf-huruf kecil itu bersembunyi
Dari kejamnya siang dan kelamnya malam
Terkelupas satu persatu diantara rindu yang menusuk dalam keramaian
Satu kata pun tak kunjung menyapa jiwa yang nyaris mati

Huruf-huruf itu beranjak ke ujung bibir yang tersungging
Menantikan irama untuk sebait puisi dari senyuman yang tak terencana
Yang tersamar..
Yang terdampar..
Yang bergetar..
Huruf-huruf kecil itu menari
Tanpa batas waktu

Novia, 2013

English Version:

THE DANCING SMALL LETTERS

A collection of letters collide in an unfused thrill
Biting too long without a voice, until hating each other
Those small letters are hiding
From the cruelty of daylight and the darkness of night
Peeled off one by one in a piercing longing among the crowds
Not a single word greets the nearly died souls

The letters move to the tip of curving lips
Awaits the tune of the poem’s rhythm from an unplanned smile
The disguised..
The stranded..
The vibrated..
Those small letters are dancing
Timeless

Seventh Layer

LAPISAN KETUJUH

Waktu tak akan berhenti untuk menyambutmu,
di daun pintu yang terbuka
Atau pada bening hujan yang membeku,
di mata ibumu

Waktu akan membiarkanmu mencari
Di tengah jeritan angin yang ribut bersuara
Di tengah serpihan kaca yang beterbangan
Sebuah jalan tersembunyi
Di kedalaman hati atau kegilaan diri

Lihatlah di balik lapisan kulit ketujuh
Diatas langit ketujuh
Tangisan bercucuran
Mendambakan cinta

Novia, 2014

English Version:

SEVENTH LAYER

Time won’t stop to greet you,
in an open door
Or in a frosted clear rain water,
in your mother’s eyes

Time will let you search
In the middle of a howling wind
In the middle of flying scattered broken glasses
A hidden path
In the depth of the heart or inside insanity

See beneath the seventh layer of the skin
Above the seventh sky
Tears are falling
Longing for love

Night Blooming Cereus

When darkness fall
Some souls fade away
To the moon and the sky
Howling with the wind to break the night

After nightfall
There’s a blooming princess
Shining white in golden lights
Full blossoms, night after night

Continue reading Night Blooming Cereus