Arus Senantiasa Setia



Arus senantiasa setia
Tak pernah berbalik arah melakoni takdirnya

Arus senantiasa setia
Mengalir dari hulu
Hingga ke hilir
Membawa bongkahan doa-doa
Menuju laut yang merindu

Arus senantiasa setia
Menyapa nelayan dan ikan
Di bibir pantai
Engkau menepi

Arus senantiasa setia
Kepada aroma air pasang
Yang diusung rasa senang orang-orang

Arus senantiasa setia
Berdzikir kepada langit
; Dzikir yang memantik hati

Pondok Pena, 27 November 2016


Penulis: Rima Dwi Oktiana

Leave a comment