Pada suatu sore
Kami duduk di beranda
Hidup, Maut dan Ampunan

Lalu Hidup berkata;
Jangan dahulukan aku
Akan kunikmati seluruh aku
Aku ingin hidup untuk abadi

Lalu bagaimana dengan aku? Kata Maut
Jika hidupmu abadi
Barangkali itu mimpi
Sebab Hidup itu fana
Yang abadi itu aku

Sedang Ampunan hanya tersenyum
Kamu hiduplah sesukamu
Sebelum kau beranjak pada maut
Ingatlah akan aku
Sebab itu yang menjadikanmu abadi

Penulis: Mia Nurholisa
Poetry Prairie Literature Journal #6