Dari perut langit, awan hitam pecah
membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah.
Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,
*where poems bloom endlessly
Dari perut langit, awan hitam pecah
membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah.
Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,