Syukur Yang Menyala

Ketika pagi datang dengan cahaya
adakah syukur yang kita nyalakan?

Mungkin syukur bukan semata tentang
memiliki lebih banyak, melainkan menyadari
betapa banyak yang tetap tinggal
ketika kita hampir kehilangan segalanya

Seteguk air pereda dahaga,
napas yang masih pulang ke dada,
mata yang menjadi jendela kepada dunia,
sepasang kaki yang masih sanggup
membawa kita melewati hari

Di luar, daun-daun
bergoyang tanpa pernah menghitung
berapa banyak angin yang datang
burung-burung bernyanyi
tanpa meminta pagi
membalas suaranya

The River Keeps Flowing

Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau

Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu

Mungkin kita juga begitu

Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir

Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti