Sunset di Kebun 2026: Ketika Musik, Puisi dan Alam Bertemu di Kebun Raya Bogor


Sunset di Kebun 2026
Tanggal: 29–30 Agustus 2026
Tempat: Kebun Raya Bogor
Konsep: Festival musik bernuansa piknik di ruang terbuka
Program sastra: Novel Adaptation & Poetry Slam
Penyelenggara: Kebun Raya Bogor x Gramedia Pustaka Utama


Sunset di Kebun 2026 kembali hadir di Kebun Raya Bogor pada 29–30 Agustus 2026, membawa konsep festival musik bernuansa piknik yang memadukan musik, alam, budaya, dan pengalaman menikmati ruang terbuka hijau. Situs resmi Sunset di Kebun menggambarkan acara ini sebagai pengalaman menikmati musik lebih dekat dengan musisi, sambil menyatu dengan suasana alam dan hamparan rumput Kebun Raya.

menjadi lokasi perhelatan tahun ini. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sunset di Kebun Series 2026 yang dikembangkan oleh PT Mitra Natura Raya.

Musik di Tengah Kebun

Sunset di Kebun menawarkan format yang berbeda dari konser musik konvensional. Penonton dapat menikmati pertunjukan dalam suasana terbuka, dengan kebun raya sebagai bagian dari pengalaman pertunjukan.

Untuk pelaksanaan 29 Agustus 2026, sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Raisa, Juicy Luicy, Bilal Indrajaya, dan Sore. Kanal resmi Sunset di Kebun mengumumkan pelaksanaan Day 1 pada 29 Agustus 2026 di Kebun Raya Bogor.

Konsep ini menjadi bagian dari upaya Sunset di Kebun untuk mempertemukan pertunjukan musik dengan kepedulian terhadap alam dan konservasi. Situs resminya menempatkan konsep tersebut dalam semangat “Music Show with Green, Conservation and Culture Movement.”

GPU Membawa Sastra ke Tengah Festival

Salah satu hal yang menarik bagi pembaca dan pegiat sastra adalah keterlibatan Gramedia Pustaka Utama (GPU) dalam program Sunset di Kebun.

Program yang dipromosikan GPU mencakup Novel Adaptation & Poetry Slam, mempertemukan karya sastra dengan bentuk pertunjukan yang lebih populer dan interaktif.

Kehadiran Poetry Slam memberikan ruang bagi puisi untuk hadir bukan hanya sebagai teks yang dibaca secara personal, tetapi sebagai karya yang disampaikan melalui suara, penampilan, dan interaksi langsung dengan penonton.

Sementara itu, tema Novel Adaptation membuka kemungkinan perjumpaan antara sastra dan medium lain, bagaimana cerita dari buku dapat diterjemahkan menjadi pengalaman visual maupun pertunjukan.

Perpaduan ini membuat Sunset di Kebun menarik bukan hanya sebagai festival musik, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara buku, puisi, pertunjukan, dan budaya populer.

Informasi resmi Sunset di Kebun menyebutkan bahwa acara 2026 merupakan bagian dari pengembangan seri Sunset di Kebun, dengan Bogor sebagai salah satu lokasi utama.

Bagi pencinta puisi dan buku, keterlibatan GPU menjadi salah satu alasan untuk melihat Sunset di Kebun dari perspektif yang lebih luas. Di tengah musik dan suasana senja, sastra mendapatkan ruang untuk hadir dalam bentuk yang lebih cair, dibaca, dipertunjukkan, dan dirayakan bersama.

Sunset di Kebun 2026 pada akhirnya menawarkan sebuah pengalaman yang mempertemukan tiga hal yang jarang ditempatkan dalam satu ruang: musik, sastra, dan alam. Dan di tengah pepohonan Kebun Raya Bogor, perjumpaan tersebut menjadi cara lain untuk menikmati karya sekaligus merayakan ruang hijau.

Agenda lainnya: Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu Dee Lestari di Festival Sastra Yogyakarta


Kirim Puisi Poetry Prairie


Discover more from Poetry Prairie

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a comment