Malam Puisi Tangerang
Tema: Musim yang Kita Ciptakan Sendiri
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026
Waktu: 19.30 WIB – selesai
Lokasi: Semanggi Center
Pengisi acara: Sutardji Calzoum Bachri & Ahmadun Yosi Herfanda
Narahubung Gita – 0896-5355-8394
Malam Puisi Tangerang menghadirkan malam apresiasi puisi bertajuk “Musim yang Kita Ciptakan Sendiri” pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan dua penyair kenamaan Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri dan Ahmadun Yosi Herfanda.
Berlangsung di Semanggi Center, acara dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Tentang Acara
Mengusung tema “Musim yang Kita Ciptakan Sendiri”, Malam Puisi Tangerang menjadi ruang perjumpaan bagi penyair dan penikmat sastra untuk menikmati puisi secara langsung.
Kehadiran Sutardji Calzoum Bachri dan Ahmadun Yosi Herfanda menjadi daya tarik utama acara ini. Dua nama tersebut memiliki perjalanan panjang dalam kesusastraan Indonesia dan akan membawa karya serta pengalaman kepenyairan mereka ke atas panggung.
Acara ini cocok bagi pembaca puisi, penyair, komunitas sastra, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap puisi dan kesenian.
Sebuah “Musim” yang Diciptakan Melalui Kata
“Musim yang Kita Ciptakan Sendiri” terdengar seperti sebuah ajakan untuk melihat puisi dari sisi yang lebih personal. Musim biasanya datang dan pergi tanpa meminta izin. Ia berubah karena waktu, alam, dan pergantian keadaan. Namun dalam kehidupan manusia, ada pula musim-musim yang kita ciptakan sendiri: masa ketika seseorang memilih untuk menulis, mencintai, mengingat, kehilangan, bertahan, atau kembali menemukan dirinya melalui kata-kata.
Gagasan tersebut terasa selaras dengan karakter Malam Puisi Tangerang yang selama bertahun-tahun menjadikan puisi sebagai ruang pertemuan. MPT bukan sekadar panggung tempat seseorang berdiri lalu membaca puisi. Jejak kegiatannya menunjukkan upaya membangun ruang apresiasi, ruang belajar, publikasi, dan pertemuan komunitas sastra di Tangerang.
Malam Puisi Tangerang: Ruang yang Telah Berjalan Lebih dari Satu Dekade
Bagi pembaca yang baru mengenal MPT, acara ini mungkin terlihat seperti agenda puisi biasa. Namun sejarahnya jauh lebih panjang. Malam Puisi Tangerang telah hadir sejak 2013 dan pada masa awalnya mengadakan kegiatan berpuisi secara rutin setiap bulan. Pada 2017, ketika MPT memasuki tahun keempat, komunitas ini bahkan telah menghasilkan buku kumpulan puisi bersama melalui kerja sama dengan penerbit Mata Aksara. Pada periode tersebut, MPT juga memiliki hubungan erat dengan Komunitas Roeang Kata dan penggerak seperti Andy Lesmana.
Salah satu hal yang membuat perjalanan MPT menarik adalah perhatian terhadap dokumentasi dan publikasi karya. Pada 2017, kegiatan MPT menghasilkan buku kumpulan puisi Menyintas Lewat Kata. Ini menunjukkan bahwa sejak awal MPT tidak hanya berusaha menghadirkan pertunjukan, tetapi juga meninggalkan jejak tertulis.
Lebih dari sekadar agenda akhir pekan, Malam Puisi Tangerang 29 Agustus menawarkan sebuah kesempatan untuk mengalami puisi secara langsung.
Ada penyair yang telah puluhan tahun hidup bersama kata. Ada komunitas yang selama lebih dari satu dekade terus mencoba menjaga ruang bagi puisi.Ada generasi baru yang datang membawa tulisan dan kegelisahannya sendiri. Dan ada penonton yang mungkin datang hanya untuk mendengarkan, tetapi pulang membawa satu atau dua baris yang terus tinggal di kepala.
Pada akhirnya, mungkin itulah yang dimaksud dengan “musim yang kita ciptakan sendiri.” Kita tidak selalu dapat memilih musim yang datang dalam kehidupan. Tetapi kita dapat memilih apa yang dilakukan ketika musim itu tiba.
Agenda lainnya: Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu Dee Lestari di Festival Sastra Yogyakarta
Kirim Puisi Poetry Prairie
Discover more from Poetry Prairie
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
