π
ππ¬ππ’π―ππ₯ πππ¬ππ«π ππ¨π π²ππ€ππ«ππ π€ππ¦πππ₯π’ π¦ππ§π²ππ©π πππ§πππ¬ππ¬ππ«π ππ’ ππππ!β¨
Festival Sastra Yogyakarta senantiasa mengusung cita-cita menjadi ruang perayaan bersama, tempat bermuaranya apresiasi dan ekspresi sastra. Setelah mengawali eksistensi festival sastra dalam kondisi βMULIHβ (2022), dan βSILAβ (2023), pada gelaran tahun 2024 ini, FSY merespon tema βπ¦ππ¬πππβ dalam sastra dan budaya.
SIYAGA dapat dimaknai sebagai ancangan sikap pelaku dan penikmat sastra dalam menghadapi perubahan besar yang sedang terjadi. Ruang dan media sastra sedang mengalami pergeseran, misalnya sastra di media digital, terutama dengan hadirnya hadirnya akal imitasi atau yang dikenal dengan ππ (ππ³π΅πͺπ§πͺπ€πͺπ’π ππ―π΅π¦ππ¦π¨π¦π―π€π¦).
Kesiagaan dalam menyikapi dinamika transisi pemerintahan pada akhir tahun ini, juga patut dicermati. Mengingat momen serupa selalu menimbulkan riak dalam kesusastraan jika berkaca pada sejarah di negara ini.
Sebagai sebuah festival, FSY juga perlu siaga dengan selalu mempertanyakan kembali cara memandang sastra di Yogyakarta yang sangat majemuk ini. Juga mencermati bagaimana ruang-ruang festival sastra dan literasi yang telah ada selama ini, bagaimana FSY akan menempatkan diri dalam konstelasi tersebut.
Info lebih lanjut: Festival Sastra Yogyakarta





