Poetry Prairie

*an eternal memory

Tentang Covid-19 dan Keresahannya

Cerita bermula di kota Wuhan
Orang-orang meresah panik dimana-mana
Virus memapar batas negara dan jabatan
Ibu pertiwi diserbu di kota metropolitan Jakarta

Desember adalah purnama mencagunnya wabah
Sembilan belas tarikh lamanya millennium berlalu
Himbauan pemerintah berlalu-lalang mengugah
Semula bekerja dari rumah hingga langkah cuci tangan

Beberapa kota menutup tempat keramaiannya
Aku merasakan keheningan pukul delapan malam
Keheningan menusuk menghantui pikiran rakyat
Aku jalan tak menghiraukan

Belum berakhir disini aku membaca uar-uar
Menimbulkan karut pada maraknya pemakzulan
Tidak ratusan, ribuan, lamun puluhan ribu
Mosi pangan ibu pertiwi merayap pula

Cepat sembuh ibu pertiwiku!
Do’aku bersamamu selalu
Memohon kesembuhan penderita jua korban pemakzulan
Aku bersujud ‘tak kuasa menahan


Bangkit Rahardian Pamungkas. Seorang laki-laki yang lahir pada tanggal 28 Oktober 1994 ini merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang. Sekarang sedang mengajar ekstrakurikuler bahasa Jerman di beberapa sekolah swasta di kota Malang. Anda dapat menghubunginya melalui akun media sosial Instagram di @bangkit.rpk69.

%d bloggers like this: