World Festival of Youth and Students 2017

World Festival of Youth and Students (WFYS) adalah sebuah acara internasional, yang diselenggarakan oleh The World Federation of Democratic Youth (WFDY), organisasi pemuda sayap kiri, bersama-sama dengan Persatuan Pelajar International sejak tahun 1947.

The World Federation of Democratic Youth didirikan untuk membawa pemuda baik dari negara sosialis maupun kapitalis ke arah perdamaian dan kooperasi, serta kesepakatan untuk menolak perang. Karena besarnya biaya dan koordinasi yang diperlukan untuk mendukung festival tersebut, kebanyakan festival di periode-periode awal (pada masa Perang Dingin) diselenggarakan di negara sosialis Eropa untuk menekan biaya. Akibatnya pada tahun 1960-an festival ini dituduh oleh Departemen Luar Negeri AS menjadi alat propaganda Komunis. Namun selanjutnya festival itu juga diselenggarakan di negara-negara non sosialis untuk memperkuat komitmen perdamaian di antara masyarakat yang hidup di bawah sistem negara yang berbeda.

WFYS telah diadakan secara berkala sejak tahun 1947 sebagai event solidaritas pemuda global untuk demokrasi melawan perang dan imperialisme. Festival terbesar yang pernah diselenggarakan adalah festival keenam pada tahun 1957 di Moscow dimana 34.000 pemuda dari 131 negara menghadiri festival tersebut. Festival ini juga menandai debut internasional dari lagu “Malam di Moskwa”, yang kemudian menjadi lagu rusia yang paling dikenal di dunia. Dalam hal jumlah negara-negara yang hadir, festival terbesar adalah festival ketiga belas, yang diselenggarakan pada tahun 1989 di Pyongyang, Korea Utara, ketika perwakilan dari 177 negara menghadiri acara tersebut.

Kronologis penyelenggaraan WFYS:

  • Tahun 1947 di Praha, Chekoslovakia
  • Tahun 1949 di Budapest, Hungaria
  • Tahun 1951 di Berlin Timur, Jerman
  • Tahun 1953 di Bucharest, Romania
  • Tahun 1955 di Warsawa, Polandia
  • Tahun 1957 di Moscow, Uni Soviet
  • Tahun 1959 di Vienna, Austria
  • Tahun 1962 di Helsinki, Finlandia
  • Tahun 1968 di Sofia, Bulgaria
  • Tahun 1973 di Berlin Timur, Jerman
  • Tahun 1978 di Havana, Kuba
  • Tahun 1985 di Moscow, Uni Soviet
  • Tahun 1989 di Pyongyang, Korea Utara
  • Tahun 1997 di Havana, Kuba
  • Tahun 2001 di Algiers, Algeria
  • Tahun 2005 di Caracas, Venezuela
  • Tahun 2010 di Pretoria, Afrika Selatan
  • Tahun 2013 di Quito, Ekuador
  • Tahun 2017 di Sochi, Rusia

Tujuan utama dari WFYS adalah konsolidasi komunitas pemuda internasional dalam memperkuat perdamaian, solidaritas dan keadilan sosial, memperkuat hubungan pemuda internasional serta mempromosikan kooperasi pemuda internasional dan interkultur.


Tahun 2017 ini adalah festival ke-19 WFYS dalam rentang 70 tahun sejak pertama kali diselenggarakan. Jumlah total peserta tahun ini adalah 12.576 pemuda negara Rusia dan 12.638 pemuda dari 180 negara lainnya.

Mereka yang berpartisipasi berusia antara 18 hingga 35 tahun. Di antara mereka adalah pemimpin muda organisasi non profit dan partai politik, jurnalis muda, pemuda kreatif dan olahragawan, profesor dan peneliti muda, pemimpin organisasi pelajar, para pelajar yang mempelajari bahasa Rusia serta para pemuda yang tertarik pada kebudayaan Rusia.

Poetry Prairie mendaftarkan diri dalam festival ini melalui website www.russia2017.com. Melalui kegiatan Poetry Prairie dalam literatur digital Indonesia saat ini, maka Poetry Prairie berhasil terpilih bersama 94 delegasi Indonesia lainnya yang berlatar belakang dari berbagai bidang baik politik, ekonomi, hukum, sains, seni dan olahraga.

Festival ini diselenggarakan di Sochi Olympic Park, yaitu Olympic Park yang dibangun dalam rangka Olimpiade Musim Dingin Tahun 2014 dan selanjutnya ditujukan untuk event-event berskala internasional lainnya. Venue ini juga akan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola FIFA World Cup 2018 di Rusia.

Tema dari WFYS 2017 adalah “For peace, solidarity and social justice, we struggle against imperialism. Honoring our past, we build the future!”.

Jadi tujuan utama dari festival ini adalah untuk membangun perdamaian, solidaritas dan keadilan sosial serta melawan imperialisme atau penjajahan. Anak-anak muda dari seluruh dunia diajak untuk berbaur, berteman, berdialog dan bekerjasama, demi membangun masa depan yang lebih baik sesuai tagline acara ini “We Are Future”.

Pembukaan WFYS dihadiri dan dibuka oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Setelah pembukaan, terdapat sesi dialog antara Presiden Putin dengan tokoh-tokoh muda berprestasi dari berbagai negara salah satunya Indonesia yang diwakili oleh dr. Gamal Albinsaid. Gamal Albinsaid adalah dokter muda pendiri klinik asuransi sampah. Klinik asuransi sampah ini menjadi terobosan baru bagi dunia kedokteran di Indonesia, yakni membuat sistem asuransi kesehatan mikro berbasis kerakyatan. Dengan sistem ini, masyarakat kurang mampu cukup menyerahkan sampahnya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

Selama 7 hari, lebih dari 20.000 pemuda hadir menyaksikan festival yang diisi berbagai rangkaian acara menarik yaitu Youth Expo, yaitu pameran produk budaya dari berbagai negara, pertunjukan kebudayaan Rusia, seminar, workshop, pentas seni, pameran seni dan lukisan, permainan olahraga, dan berbagai acara menarik lainnya.

Delegasi Indonesia juga berkesempatan ambil bagian merepresentasikan negara kita tercinta dengan menampilkan pertunjukan tari Saman.

Tokoh Indonesia lainnya yang hadir menjadi pembicara dalam salah satu sesi workshop adalah Shinta Dhanuwardoyo, yang juga dikenal dengan nama Shinta Bubu. Ia adalah pengusaha Indonesia, pegiat digital, angel investor, pendiri Nusantara Venture dan bubu.com. Ia juga memprakarsai ajang Bubu Award, ajang penghargaan web design dan digital marketing, serta Pesta Blogger, ajang kopi darat para narablog di Indonesia.

Selain seminar, WFYS juga diisi berbagai kegiatan menarik lainnya seperti musical concert, poetry corner, ice skating workshop, football, gokart, dance, Russian airforce show, dll.

Advertisements