Regional Program di Kazan

Sebagai salah satu rangkaian acara World Festival of Youth and Students (WFYS) 2017, diadakan Regional Program yaitu program kunjungan selama 4 hari di 15 kota di Rusia antara lain Izhevsk, Kaliningrad, Kazan, Krasnoyarsk, Makhachkala, Orenburg, Rostov-on-Don, Saint Petersburg, Sevastopol, Tyumen, Veliky Novgorod, Vladivostok, Yaroslavl dan Yekaterinburg.

Dari 20.000 lebih peserta WFYS, hanya 1.500 orang yang berkesempatan untuk mengikuti Regional Program tersebut. Pendiri Poetry Prairie terpilih untuk mengikuti Regional Program di Kota Kazan, dengan tema utama yaitu Culture and History. Jumlah peserta Regional Program di Kota Kazan adalah 100 orang yang berasal dari 48 negara antara lain dari Bahrain, Bolivia, Bosnia, Chad, Cina, El Salvador, Guatemala, India, Irak, Jordania, Kamerun, Kazakhstan, Kenya, Kroasia, Kyrgyzstan, Latvia, Maroko, Meksiko, Mesir, Moldova, Pantai Gading, Perancis, Polandia, Republik Dominika, Senegal, Turki, Turkmenistan, UAE, Uganda, Ukraina, Uzbekistan, dll.

TENTANG KAZAN

Kazan adalah ibu kota negara bagian Rusia yang dikenal dengan Republik Tatarstan. Kazan disebut-sebut sebagai ibukota ketiga Rusia, setelah St.Petersburg. Kotanya sudah modern, tapi tidak meninggalkan budaya khas suku setempat. Malahan bangunan-bangunannya memiliki campuran antara corak modern, Islamis Tatar, dan Orthodoks, sehingga arsitektur Kazan nampak begitu apik.

Kazan adalah kota kecil yang dikelilingi aliran Sungai Kazanka yang bermuara ke Samara dan Sungai Volga yang bermuara ke Laut Kaspia. Kazan adalah pusat budaya sekaligus kota dengan penganut Islam terbesar di Rusia.

Di Bauman Street yang bersebelahan dengan aliran sungai terdapat bangunan bersejarah yaitu Kazan Kremlin. Kawasan ini merupakan kompleks bangunan bersejarah yang dibangun di atas puing-puing bangunan kekhanan Kazan yang hancur setelah diserang oleh Tsar Rusia di abad ke-16, Ivan the Terrible (Ivan yang Mengerikan). Bangunan yang tertua adalah Katedral Annunciation yang memiliki kubah emas. Selain itu terdapat masjid terbesar di Rusia yaitu masjid Qol-Sharif, menara Soyembika, menara Spasskaya, museum-museum, Mausoleum Khan, patung Zodchim (arsitek) dan patung Musa Jalil (penyair Tatar) serta gedung kantor gubernur.

Di Kazan 1,2 juta penduduknya terbagi rata antara warga Muslim Tatar dan warga Rusia penganut Kristen Ortodoks. Mereka pertama kali mengenal Islam dari seorang utusan Islam asal Baghdad pada abad ke-7 Masehi, manakala Kazan masih menjadi bagian dari wilayah Bulgaria. Sejak itu, Islam berkembang cepat di wilayah ini. Sama seperti agama-agama lain, Islam sempat mengalami hambatan serius pada masa komunisme Soviet. Hampir semua masjid dialih fungsi menjadi gudang atau gardu jaga. Segala sesuatu yang menyiratkan simbol keagamaan diharamkan.

Setelah komunisme Soviet tumbang, komunitas Muslim di wilayah ini kembali bangkit. Mereka kembali membangun tempat ibadah dan institusi keagamaan dengan cepat. Kini, tak kurang dari 1.200 masjid telah kembali berdiri dan mendorong kemajuan masyarakat di berbagai bidang. Di kota ini terdapat pula universitas Islam yang diberi nama Universitas Islam Rusia. Islam dapat bertahan di Kazan hingga kini karena selama masa komunis, pendidikan Islam di Tatarstan tetap berlangsung diam-diam dimana dakwah minimal dilakukan kepada anggota keluarga. Itulah sebabnya, Islam tidak surut meski dilarang satu generasi.

Selama mengikuti rangkaian acara Regional Program di Kazan, dilakukan berbagai kegiatan dan kunjungan ke tempat-tempat ternama di Kazan antara lain:

  • Kunjungan ke ‘pulau’ Sviyazhsk dan mengunjungi Kazan Kremlin serta Old Tatar Settlement yang bersejarah
  • Menyaksikan pertunjukan balet “Swan Lake” yang menawan
  • Memgunjungi kawasan technology park, Innopolis City
  • Kunjungan dan diskusi tentang inovasi teknologi di Innopolis University
  • Kunjungan ke Kazan International School, dan dialog dengan Deputy Prime Minister of Tatarstan, Mr. Vasil Gayazovich Shaivraziev
  • Kunjungan ke Kazan Arena, stadium sepakbola markas FC Rubin Kazan yang akan menjadi tempat berlangsungnya World Cup FIFA 2018
  • Mengunjungi Cultural Centre of Tatarstan dan melihat berbagai kebudayaan, seni, pakaian dan makanan tradisional masyarakat Tatar, baik budaya Islam maupun Kristen
  • Melihat pertunjukan tari dan musik spektakuler khas Tatarstan, Rusia dan negara-negara Eropa lainnya
  • Cultural performance peserta dari berbagai negara

Dokumentasi:

Di bandara internasional Kazan, peserta disambut dan disuguhi makanan nasional Tatarstan “Chak Chak”

Masjid Qol Sharif, pusat kebudayaan Islam Tatar

Peserta berfoto bersama di depan Soyembika Tower dan kantor gubernur Kazan

Mengikuti workshop oleh pengajar Kazan International School

Pertemuan dengan Deputy Prime Minister of Tatarstan di Kazan International School

Mengunjungi Kazan Arena, markas klub sepakbola Rubin Kazan yang akan menjadi salah satu stadion tempat laga World Cup FIFA 2018 di Rusia.

Pertandingan persahabatan sepakbola antar negara.

Advertisements