Visible Poetry Connecting the World – South Korea (DL: 28 Februari 2018)

Apa itu Gogyoshi?

Gogyoshi adalah puisi yang terdiri dari lima baris yang dikembangkan oleh penyair Jepang modern, Taro Aizu. Bentuk gogyoshi dipengaruhi oleh haiku Dan tanka, namun tanpa batasan  suku kata. Isi gogyoshi bebas, dengan tema yang ditentukan oleh penulisnya. Terdapat beberapa bentuk puisi lima baris lainnya di dunia, contohnya gogyohka, tanka, cinquain dan limerick. Puisi-puisi tersebut memiliki aturan tertentu seperti jumlah suku kata, panjang satu baris, dan rima. Namun tidak demikian dengan Gogyoshi yang hanya memiliki syarat 5 baris. Gogyoshi tidak boleh ditulis dalam 4 atau 6 baris. Jika puisi ditulis 4 baris maka disebut “Yongyohshi” dan jika ditulis 6 baris maka disebut “Rokugyohshi”. Untuk judul, sebagian penyair Jepang menambahkannya pada gogyoshi dan sebagian lagi tidak. Namun akan lebih mudah untuk mengidentifikasikan gogyoshi apabila diberikan judul.

Taro Aizu

Aizu lahir di Aizu-Misato, Prefektur Fukushima, dan pindah ke Tokyo selepas SMA. Ia mengambil jurusan Sastra Perancis di universitas.

Ia melahirkan beberapa karya sembari mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA. Ia telah menulis haiku selama 20 tahun, menulis gogyoshi selama 12 tahun dalam bahasa Jepang dan telah 5 tahun menulis gogyoshi dalam bahasa Inggris dan Perancis.

Pada tahun 2011 gempa bumi dan tsunami menerjang kampung halamannya, Fukushima. Bencana ini mengubah total pemandangan lokal dan tanah yang subur menjadi zona limbah yang membuat Aizu merasa jiwanya tercabik.

Ketika Aizu mengunjungi Kota Iwaki dan Soma, banyak rumah hancur diterjang tsunami dan puing-puing bertebaran karena bencana nuklir terjadi akibat tsunami tersebut. Melihat kampung halamannya yang hancur dan jauh berubah, ia merasa harus mengabadikan Fukushima dengan menulis kumpulan puisi mengenai perasaan dan kenangannya tentang Fukushima.

Sejak itu Aizu menciptakan Haiku Dan Gogyoshi (puisi lima baris) yang menggambarkan pemandangan empat musim di Fukushima. Ia berfokus pada pemandangan alam dan perasaan penduduk yang mewarisi tanah dari leluhurnya.

“Meskipun Fukushima di luar negeri sekarang diasosiasikan dengan gambaran krisis nuklir, saya ingin menunjukkan keindahan sesungguhnya dari Fukushima dengan menggunakan kekuatan puisi”, kata Aizu.

Pada Januari 2012, ia mulai mempublikasikan versi Inggris dan Perancis atas karya-karyanya di Facebook dengan judul “Kampung Halamanku, Fukushima”. Puisinya dengan cepat menarik minat penyair haiku di berbagai negara untuk diterjemahkan ke bahasa lainnya. “My Hometown, Fukushima” telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa dan sebuah gogyoshi berjudul “Takizakura” diterjemahkan ke dalam 35 bahasa.

Buku puisinya yang telah terbit antara lain “The Lovely Earth” (edisi Jepang pada tahun 2005 dan edisi bahasa Inggris pada tahun 2011) dan “My Fukushima” (2013) yang diterjemahkan dalam 7 bahasa. Saat ini ia menyiapkan kumpulan puisi terbarunya berjudul “The Precious Earth” yang bisa diperoleh di Amazon dan Kindle.

Gogyoshi Art Project

Pada tahun 2012 ketika Taro Aizu memperkenalkan puisinya di Facebook, seniman Belanda Ed Hanssen tergerak untuk membentuk group yaitu Gogyoshi Art Project International (GAPi). Bersama dengan Fred van Welie, seniman Belanda lainnya mereka memulai proyek pameran karya seni dengan mengambil inspirasi dari gogyoshi karya Taro Aizu. Pada tahun 2013 mereka menyelenggarakan pameran karya GAPi sebanyak 5 kali di Belanda. Berbagai pameran juga telah diselenggarakan oleh anggota GAPi selama kurun waktu 2012-2017 antara lain di Jerman, Portugal, Spanyol, Yunani, Macedonia, Belgia, Brazil, UK dan Korea.

—-

2018 KOREA INTERNATIONAL ART FESTIVAL
“Visible Poetry Connecting the World”

Gogyoshi Art Project International (GAPi) akan kembali menyelenggarakan pameran berjudul: “2018 Korea International Art Festival”.

Inisiator:
You Choong Yeul, Han Sang Jun & GAPi

Host/Organizer:
Hagwang news, Gwangju newspaper
Dua surat kabar yang direpresentasikan oleh Han Sang Jun
1. http://www.gjilbo.com/
2. http://www.hgnews.kr

Lokasi:
Hanam Street Arts Festival
Event by Hanam City, recognized by the government)

Pameran akan diselenggarakan bersamaan dengan Street Art Festival

Pameran pertama:
March 28 – April 8, 2018 (12 days) (Hanam Culture & Arts Center Exhibition Hall)

Pameran kedua:
April 27 – April 29, 2018 (3 days) (Hanam Union Park)

Pameran ketiga:
May 5 – May 7, 2018 (3 days) (Gwangju Cheongseok Park)

Subjective:
Gogyoshi Art Project international (GAPi), Peace and Art Society-PAS

Sponsorship:
Hanam City, Gyeonggi Province,
Ministry of Culture, Sports and Tourism, Ministry of Environment

More info about Hanam Culture and Art Center:
Hanam Culture and Art Center 1259 Sinpyeong-ro 125, Hanam-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan

http://www.hnart.or.kr:8080/

http://www.facebook.com/hanamart

More info about Hanam City Hall:
10 Daecheong-ro, Sinjang 2(i)-dong, Hanam-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
Karya seni akan didonasikan kepada dua surat kabar tersebut yang direpresentasikan oleh Han Sang Jun.

Katalog: Ya
Seniman yang berpartisipasi: 50-100
Biaya: gratis
Ukuran artwork: 60 x 70 cm. (tanpa frame, frame akan dibuat di Korea Selatan).
Karya 3D diperbolehkan.
Jenis artwork bebas (lukisan, seni pahat, patung, digital photography, dll).
Artwork harus berdasarkan Gogyoshi dan Haiku ciptaan Taro Aizu.

*Printing artwork Hanam Street Festival: dimungkinkan bagi seniman yang berpartisipasi untuk mengirimkan karya asli untuk pameran. (Maksimal 100 artwork dari seniman, akan dicetak dengan format kertas A1 untuk Street Art Festival).

 

Info Pengiriman Karya:

Karya asli dikirimkan ke alamat:
Hgnews (Ha Gwang News) unit 2, 5th Floor, 130-5, Sinjang-ro, Hanam-si, Gyeonggi-do, 12968 (Postal code) Republic of Korea.

*Untuk menghindari Import duties, jangan memasukkan nilai barang di customs form. Untuk isi: tuliskan “gift”

Untuk pertanyaan dan mengirimkan karya, email ke: hanam2020@naver.com.
Kirimkan semua foto dalam resolusi tinggi beserta informasi tentang artis dan karyanya, serta karya puisi Taro Aizu yang dipilih kepada Fred van Welie melalui email: avwelie@solcon.nl

Formulir: (click here)

Batas akhir pengiriman karya: 28 Februari 2018 (untuk pameran di tanggal 28 Maret – 8 April 2018).


GOGYOSHI DARI TARO AIZU

2018 Korea International Art Festival membuka penerimaan karya seni dari seniman berbagai negara yang berminat merespon puisi Taro Aizu ke dalam karya seni mereka. GAPi juga membuka kesempatan bagi seniman-seniman Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam pameran di tahun 2018 yang akan diselenggarakan di Korea. Dengan seizin Taro Aizu dan Yoo Cheung Yeul (koordinator GAPi Korea), Poetry Prairie akan menampilkan dan menerjemahkan beberapa karya Gogyoshi dari Taro Aizu ke dalam bahasa Indonesia. Semoga kali ini seniman Indonesia dapat turut berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam Gogyoshi Art Project International di Korea.


OUR EARTH

We have some places
where ugliness rules,
but more places
where beauty rules
on this blue Earth.

BUMI KITA

Kita memiliki beberapa tempat
dimana keburukan berkuasa,
namun lebih banyak tempat
dimana keindahan berkuasa
di Bumi biru ini.


A SEED

Even though
I’m old,
I have a seed
that will bloom someday,
deep in my heart.

SEBUAH BENIH

Meskipun
aku tua,
aku memiliki benih
yang akan mekar suatu hari,
di dalam hatiku.


OUR DIFFERENCES

I’m different from you.
You’re different from me.
Let’s enjoy
not only our similarities
but our differences.

PERBEDAAN KITA

Aku berbeda darimu.
Kau berbeda dariku.
Mari nikmati
bukan hanya persamaan kita
namun juga perbedaan kita.


THE NUCLEAR PLANT

The earthquake happened,
the tsunami arrived,
the nuclear plant exploded,
the traffic lights went out;
there is no one left in this town.

PABRIK NUKLIR

Gempa bumi terjadi,
tsunami menerjang,
pabrik nuklir meledak,
lampu lalu lintas padam;
tiada satupun tersisa di kota ini.


A GIFT

A genetic heritage
not polluted by cesium
is a precious gift
from my ancestors
to my descendants.

HADIAH

Warisan genetik
tak terkontaminasi cesium
ialah hadiah berharga
dari leluhurku
untuk keturunanku.


SONG

We’ll sing a song,
and dance again
around a big cherry tree
in our hometown:
Fukushima, Fukushima.

LAGU

Kita akan menyanyikan lagu,
dan menari lagi
mengelilingi pohon sakura besar
di kampung halaman kita:
Fukushima, Fukushima.


SPRING STORM

Spring storm
washes dead trees,
dusty streets
and empty mountains
as if purifying Fukushima.

BADAI MUSIM SEMI

Badai musim semi
menyapu pohon mati,
jalanan berdebu
dan pegunungan sunyi
seakan menyucikan Fukushima.


UNDERSEA

With rays of summer
reflecting their scales,
suddenly changing direction,
they flee from me,
a school of small fish.

BAWAH LAUT

Bersama cahaya musim panas
memantulkan sisik-sisiknya,
mendadak berubah arah,
mereka kabur dariku,
segerombol ikan kecil.


THE TYPHOON

After a typhoon
above the muddy river
it has appeared
in the morning,
the bluest sky.

TAIFUN

Selepas taifun pergi
di atas sungai berlumpur
telah muncul
di pagi hari,
langit paling biru.


JAPAN

One hundred years,
two hundred years:
the more time passes by,
the more beautiful it gets,
a temple garden.

JEPANG

Seratus tahun,
dua ratus tahun:
semakin lama waktu berlalu,
semakin indah terlihat,
taman kuil.


INDONESIA

At Borobudur Temple,
found in volcanic ashes
two hundred years ago,
stone Buddha images
rise in the sun.

INDONESIA

Di Candi Borobudur,
digali dari debu-debu vulkanis
dua ratus tahun silam,
patung-patung batu Budha
bangkit di bawah surya.


Advertisements