Puisi, Dokter dan Kehidupan (17 Juni 2017)

Sabtu, 17 Juni 2017
Lokasi: Bentara Budaya Bali
Pukul: 19.00 WITA

Pustaka Bentara kali ini akan menghadirkan perbincangan tentang karya-karya Puisi Wimpie Pangkahila dan Dewa Putu Sahadewa, yang keduanya berprofesi sebagai dokter. Memang dunia sastra dipenuhi oleh penulis-penulis dan pengarang-pengarang mumpuni yang memiliki latar dan pekerjaan beraneka, sebut saja Anton Chekov yang ternyata lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Moskwa, atau penyair Taufik Ismail yang lulusan FKHP-UI.

Karya-karya Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd terangkum dalam buku Seberkas Puisi Cinta, merupakan kumpulan puisi kedua. Sedangkan puisi-puisi dr. Sahadewa SpOG (K) terkumpul di dalam antologi puisi bilingual Penulis Mantra (Tha Mantra Writer).  Adapun sebagai pembahas adalah Narudin, pengamat dan kritikus sastra asal Bandung serta Dr. Gde Artawan, dosen Undhiksa yang juga dikenal sebagai penyair serta kritikus sastra. Bertindak sebagai moderator dr. Oka Negara (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana). Masing-masing narasumber akan menelisik capaian estetik berikut kedalaman perenungan yang terkandung di dalam karya sekaligus mencoba mengungkapkan proses kreatif mereka yang berlatar profesi sebagai dokter.

Acara pustaka bentara kali ini dimaknai pula dengan pembacaan puisi, musikalisasi, serta pertunjukan Komunitas Api Undiksha, melibatkan seniman dan kreator: April Artison,  Fileski, Putri Suastini, serta Sahabhiseka.

dr. Sahadewa SpOG (K) kelahiran Denpasar, 23 Februari 1969, hingga kini bermukim di Kupang. Ia menulis puisi sejak SMP memulai publikasi puisi di majalah dinding berlanjut di koran Bali Post Minggu dan turut berkompetisi di ruang apresiasi puisi Bali Post tahun 80 an. Tahun 2015 Sahadewa menerbitkan kumpulan puisi tunggal “69 Puisi di Rumah Dedari” setelah membidani kelahiran komunitas puisi Kampung Puisi Bali,  sekarang JKP. Beberapa kumpulan puisi bersama Indonesia dan Asean serta komunitas penyair pun diikutinya diantaranya Nitramaya Penyair Nusantara, Tifa Nusantara, Lumbung Penyair Indonesia, Memo Penyair, Penyair negeri kertas, Bebas Melata Asean dan dusun Flobamora di Kupang. Karya-karyanya belakangan ini dimuat di berbagai media dan kumpulan puisi bersama. Tahun 2016 buku puisinya diterbitkan HW project dalam edisi hard cover, edisi buku biasa, album CD lagu puisi, dan video klip.

Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan dokter yang multitalenta. Ia telah menulis dan mempublikasikan 23 buku dan ratusan makalah ilmiah terkait bidang yang ditekuninya, yaitu Andrologi dan Seksologi serta Anti-Aging Medicine. Di antara kesibukan rutinnya, ia juga aktif menulis puisi. Sebagian puisinya telah diterbitkan dalam buku berjudul “Seberkas Puisi Untuk Negeri“ juga diterbitkan dalam berbagai antologi puisi bersama penulis lain. Buku terkininya, Seberkas Puisi Cinta adalah kumpulan puisinya yang kedua.

Narudin lahir di Subang, ialah seorang Duta Bahasa Berprestasi 2015 Jawa Barat. Lulusan Sastra Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2006. Pernah mengajar di Universitas Islam As-Syafi’iah (UIA), Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU) Jakarta, ARS International School, dan UPI Bandung. Tulisannya berupa puisi, cerpen, esai/kritik sastra, dan terjemahan dimuat di berbagai media lokal dan nasional seperti: Majalah Sastra Horison, Majalah Basis, Jurnal Sajak, Jogja Review, Kompas, Koran Media Indonesia, Koran Indo Pos, Koran Pikiran Rakyat, dan lain sebagainya. Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi buku 100 Penyair Indonesia-Malaysia, Ziarah Kata 44 Penyair, Igau Danau, Flows into the Sink into the Gutter, Indonesian Poems among the Continents, dan buku puisi tunggalnya, Api atau Cahaya (2016). Ia juga menulis puisi dalam bahasa Inggris, cerpen, kritik sastra, serta aktif menerjemahkan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris; serta kerap  diundang sebagai pembedah buku sastra dan pemakalah seminar tingkat nasional dan internasional.

Dr. Gde Artawan, sastrawan kelahiran Klungkung, 20 Februari 1959 dan meraih gelar doktor linguistik di Universitas Udayana (2010). Pengajar Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja ini terbilang produktif menulis esai sastra dan budaya, serta kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar nasional dan internasional. Memperoleh berbegai anugerah seni, termasuk Anugerah Seni Wijaya Kusuma dari pemerintah Buleleng dan Anugerah Widya Pataka dari Gubenur Bali untuk kumpulan cerpennya “Petarung Jambul“(2008). Buku-buku karyanya antara lain; “Antologi Puisi Kaki Langit“ (1984), “Kesaksian Burung Sukma: Antologi Empat Penyair Bali“ (1998), “ Puisi Bali“ (2006).

More Info: www.bentarabudaya.com

Advertisements