Payakumbuh Botuang Festival 2017

Tujuh penyair Indonesia akan tampil di Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017. Mereka adalah Rusli Marzuki Saria (Padang), Adri Sandra (Payakumbuh), Syarifuddin Arifin (Padang), Sosiawan Leak (Solo), Irmansyah (Jakarta), Isbedy Stiawan ZS (Lampung) dan Iyut Fitra (Payakumbuh).

Mereka memiliki reputasi nasional dan internasional. ‘Papa’ Rusli malah baru mendapatkan SEA Write Awards dari Kerajaan Thailand pada November 2017 ini. Itu penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.

Mereka akan tampil di dua acara. Pertama, di Jembatan Ratapan Ibu (JRI) di Kelurahan Ibuh Payakumbuh Barat, pada 28 November. Lalu, pada 1 dan 2 Desember di Panorama Ampangan, Payakumbuh Selatan.

Tiga penyair pertama akan tampil di JRI. Di sana, juga akan baca puisi Walikota Payakumbuh Reza Palevi dan Supardi, anggota DPRD Sumbar. Selebihnya tampil di Panorama Ampangan.

“Payakumbuh Botuang Festival” ini digelar oleh Pemerintah Propinsi Sunatera Barat di Kota Payakumbuh pada 26 November hingga 2 Desember 2017 untuk menyemarakkan kesenian di daerah itu.

Pada 26-28 November akan diadakan “Payakumbuh Street’. Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan modern, seperti fesyen, musik akustik serta kuliner.

Kemudian pada 1-2 Desember berbagai pertunjukan kontemporer akan ditampilkan di daerah Ampangan. Untuk pelaksanaan ‘Payakumbuh Street’ akan digelar di sekitar pasar di pusat kota. Sementara untuk pertunjukan kontemporer akan dilaksanakan di Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Di Ampangan juga akan dibangun sebuah panggung dari bambu sebab daerah tersebut juga dikenal sebagai penghasil kerajinan bambu dan oleh sebab itu pula bambu dijadikan ikon festival.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengapresiasi seniman-seniman yang terus berproses menciptakan karya.

Advertisements