Festival Seni Multatuli 2018 (6-9 September 2018)

Eduard Douwes Dekker, yang lebih dikenal sebagai Multatuli, bukan pahlawan nasional, tetapi dia adalah salah satu tokoh penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Romannya yang terkenal, Max Havelaar (1860) yang mengambil latar di daerah Lebak, Banten, dipandang tinggi oleh sejarawan karena mengungkap borok dan kekejaman pemerintah kolonial di Jawa masa itu. Tak kurang dari Pramoedya A. Toer, mengatakan, Max Havelaar adalah roman yang membunuh kolonialisme Belanda.

Untuk mengangkat kembali nilai-nilai humanisme dan kesejarahan Multatuli, Festival Seni Multatuli (FSM) diselenggarakan di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Selama festival berlangsung akan digelar berbagai kegiatan kesenian, seperti pementasan teater monolog Saidjah, opera Saidjah Adinda, dan panggung musik tradisi. Ada juga seminar, bedah buku, dan workshop kreatif antara lain di bidang literasi serta peluncuran buku antologi puisi tentang Multatuli. Tak ketinggalan sajian aneka kuliner dan pameran tenun Badui.

Festival ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan berbagai komunitas literasi dan kesenian di Banten. Selain untuk mengangkat Multatuli sebagai ikon Lebak, Festival Seni Multatuli bertujuan mengenalkan sejarah Multatuli sebagai bagian penting dari narasi sejarah di Lebak, tempat ia bertugas sebagai asisten residen pada 1856 dan mendorongnya menulis Max Havelaar. FSM juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menghidupkan ekosistem kebudayaan di Kabupaten Lebak yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sebelumnya, pada 2015 sampai 2017 Pemerintah Kabupaten Lebak telah mendirikan dan mengembangkan Museum Multatuli di kabupaten tersebut bekerja sama dengan Arsip Nasional Belanda dan Museum Multatuli di Amsterdam. Museum yang menempati bangunan bekas kantor Kawedanan Rangkasbitung ini akan menjadi satu dari enam lokasi gelaran FSM.

Festival Seni Multatuli juga akan dilaksanakan di bekas rumah Multatuli, Gedung LPMP Provinsi Banten, Plasa Lebak, Aula Multatuli Kabupaten Lebak, dan GOR Ona Rangkasbitung.

Advertisements