Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival (1-3 Desember 2017)

BANJARBARU’S RAINY DAY LITERARY FESTIVAL adalah festival sastra di musim hujan yang akan diselenggarakan pada 1-3 Desember 2017. Acara ini beriringan dengan pelaksanaan Banjarbaru Book Fair 4th (24 November 2017 – 3 Desember 2017).

Banjarbaru adalah salah satu kota di Kalimantan Selatan yang memiliki banyak macam suguhan sastra baik ruang panggung, diskusi, dan pilihan dalam genre sastra itu sendiri. Dalam acara sastra kali ini akan diadakan perayaan sastra dalam bentuk:

  1. Pembacaan Puisi
  2. Pembacaan Cerpen
  3. Workshop Puisi Musik – Musikalisasi Puisi
  4. Seminar
  5. Konferensi
  6. Pemutaran Film
  7. Pertunjukan Seni dan Kolaborasi

Adapun Tujuan kegiatan Banjarbaru Literary Festival ini sebagai berikut:

  1. Mempromosikan bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar serta Puisi dan Prosa secara nasional dan internasional. Mengangkat potensi kota Banjarbaru sebagai kota sastra
    dan titik pijar budaya.
  2. Mengembangkan diri menjadi festival yang bersifat tetap, tahunan (annualy) dan berskala internasional.
  3. Merintis jalan untuk satu struktur yang efisien yang memungkinkan
    kerjasama unsur-unsur masyarakat sipil, pihak-pihak swasta, organisasi-organisasi di level nasional dan internasional untuk menjalin kerjasama produktif dengan
    pemerintah daerah. Di dorong untuk tumbuh menjadi festival sastra
    internasional dengan kolaborasi dan kemitraan global dalam konteks
    promosi dialog.
  4. Memperkuat pengaruh sastra dalam berbagai aspek kehidupan dengan membuatnya relevan dalam peranan-peranan alternatif di dunia yang sedang berubah.

Aktivitas Utamanya:

  1. Pembacaan Puisi pada lokasi-lokasi wisata dan bersejarah
  2. Pembacaan Cerpen
  3. Mengadakan Workshop Sastra
  4. Kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal dan nasional (di masa akan datang internasional) untuk mengorganisasikan seminar-seminar dan konferensi terkait.
  5. Melakukan pemutaran film dan pentas audio/visual tentang puisi dan penyair dalam rangka menarik perhatian publik yang lebih luas.
  6. Menumbuhkan kegiatan terkait sastra di kampus untuk membangun ikatan para akademisi dan mahasiswa dengan puisi dan sastra secara keseluruhan.

Info lengkap: http://www.banjarbarulitfest.org/

Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival memiliki kegiatan yang tak kalah penting yakni pertemuan Penulis 9 Kota Kalimantan

– Banjarbaru
– Banjarmasin
– Samarinda
– Bontang
– Balikpapan
– Palangkaraya
– Tarakan
– Singkawang
– Pontianak

Sesi ini adalah silaturahmi penulis 9 Kota Kalimantan untuk urun rembuk membentuk organisasi dan membuat program budaya, serta nota kesepakatan. Ketua APEKSI Komwil V, 9 Kota Kalimantan yakni Walikota Banjarmasin Bapak Ibnu Sina sudah mendukung kerja-kerja budaya, giat-giat yang mendorong budaya literasi, teks di Kalimantan. Seperti: Majalah Sastra, Award untuk para penulis Kalimantan, dan sebagainya.

Hal ini dikarenakan dunia sastra Kalimantan masih adem ayem hanya beberapa penulis saja yang karyanya mumpuni, bernas, dan muncul di permukaan blantika sastra Indonesia. Sebut saja: Korrie Layun Rampan, Hijaz Yamani, Ajammuddin Tifani, dan lain-lain yang semuanya telah almarhum. Beberapa penulis asal Kalimantan juga masih jarang bertengger karyanya di harian minggu rubrik sastra, sejauh ini masih di dominasi penulis asal Jawa dan Sumatera.

Kota Banjarbaru sendiri memiliki banyak agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan dan tahunan yang masing-masing dikelola oleh pelaksana yang berbeda. Banjarbaru adalah kota penulis Kalimantan Selatan yang memiliki banyak genre, style, penyampaian, panggung, diskusi, dan kegiatan yang bervariasi. Setidaknya ada 5 Komunitas aktif yang khusus menangani sastra di Banjarbaru:

– Akademi Bangku Panjang Mingguraya
– Kindai Seni Kreatif
– Yayasan Kamar Sastra Indonesia
– Komunitas Teras Puitika
– Komunitas Penulis Banjarbaru

Advertisements